Eks Kantor Camat Mengwi Masih Terbengkalai, Gedungnya Seperti Rumah Hantu

Bekas gedung kantor Camat Mengwi hingga kini terlihat masih terbengkalai dan tampak bagaikan rumah hantu meskipun keberadaannya di kawasan pariwisata

Eks Kantor Camat Mengwi Masih Terbengkalai, Gedungnya Seperti Rumah Hantu
Istimewa
Kondisi gedung bekas Kantor Camat Mengwi, di Desa Mengwi, Badung, Jumat (7/6/2019) yang terbengkalai hingga tampak seperti rumah hantu. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bekas gedung kantor Camat Mengwi hingga kini terlihat masih terbengkalai.

Lahan yang lokasinya persis di sebelah Puri Mengwi tepatnya di sebelah timur Pasar Mengwi hingga kini belum juga dimanfaatkan.

Bahkan pada era Bupati Anak Agung Gde Agung, kabarnya lahan tersebut sudah ada permohonan untuk dijadikan lahan parkir dan taman.

Namun entah kenapa, hingga saat ini belum juga rampung. Malahan lahan tersebut hingga kini tak terurus, hingga kondisi bangunan bocor, beberapa genting jatuh, dan kondisi lantainya yang kotor.

Selain itu, lahan eks Kantor Camat Mengwi tersebut ditumbuhi semak belukar. Gedungnya juga sudah banyak yang mulai rapuh.

Kondisi gedung kosong yang tak ditempati tersebut bagaikan 'rumah hantu' meskipun berada di kawasan pariwisata Taman Ayun.

Kabid Pengelola Aset BPKAD Badung, Nengah Nurjana yang dihubungi, Jumat (7/6/2019), tak menampik bekas bangunan Kantor Camat Mengwi tersebut kondisinya tak terurus.

Bahkan, menurutnya, lahan tersebut masih milik Pemkab Badung yang belum dimanfaatkan. "Iya itu (lahan, red.) Badung yang punya," jelasnya.

Menurutnya, lahan bekas kantor camat Mengwi itu, akan segera dihibahkan ke pihak Desa Mengwi untuk dijadikan kantor desa. Namun, kata dia, proses hibah masih berjalan.

"Lahan itu akan dihibahkan ke desa. Bahkan sudah mendapat rekomendasi dari pihak Dewan Badung. Tapi kini kita masih menunggu dari beberapa poin saja dan tandatangan Bupati,” ucapnya.

Disinggung mengenai proses hibah, pihaknya menegaskan, prosesnya cukup panjang. Itu tidak seperti pemberian hibah dengan aset lainnya.

Dalam hibah bekas gedung camat ini sejumlah proses harus dipenuhi, termasuk pemanfaatan lahan tersebut. Selanjutnya harus mendapat persetujuan dari DPRD Badung.

"Setelah proses sudah dilalui, dan dewan sudah menyetujui, baru dilakukan tahap selanjutnya, hingga tandatangan Bapak Bupati," pungkasnya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved