Pelatih Senam Minim, Persani Bali Akan Gelar Kepelatihan, Target Lahirkan Puluhan Pelatih Nasional

I Made Dana Tenaya mengungkapkan bahwa di Bali kuantitas pelatih cabor senam masih kurang

Pelatih Senam Minim, Persani Bali Akan Gelar Kepelatihan, Target Lahirkan Puluhan Pelatih Nasional
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
I Made Dana Tenaya di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu (8/6/2019). Pelatih Senam Minim, Persani Bali Akan Gelar Kepelatihan, Target Lahirkan Puluhan Pelatih Nasional 

Pelatih Senam Minim, Persani Bali Akan Gelar Kepelatihan, Target Lahirkan Puluhan Pelatih Nasional

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelatih memiliki pengaruh yang cukup besar pada suatu cabang olahraga, karena dibalik atlet yang hebat tentu ada pelatih yang selalu menemani serta membina atlet tersebut.

Namun, tak semua cabang olahraga memiliki banyak pelatih, seperti cabang olahraga senam.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Bali, I Made Dana Tenaya mengungkapkan bahwa di Bali kuantitas pelatih masih kurang.

“Selama ini kuantitas pelatih yang ada di Bali masih kurang, masih berkisaran tiga sampai empat kabupaten saja, jumlahnya kira-kira 12-15 orang itu pun belum bersertifikasi. Tapi ada beberapa yang sudah bersertifikasi dan kemarin mengikuti kepelatihan di tingkat nasional yaitu dari Buleleng dan Denpasar, yang lainnya pelatihnya masih secara autodidak, belajar dari teori-teori dan pengetahuan mereka selama mengikuti pendidikan,” ucapnya di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu (8/6/2019).

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Persani Bali berencana menggelar pelatihan pelatih dalam waktu dekat.

“Kedepannya kami akan menyelenggarakan pelatihan pelatih senam, mudah-mudahan dengan bantuan dan dukungan daripada semua stakeholder yang kita ajak kerja sama, khususnya KONI Bali selaku induk organisasi serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga Bali, mudah-mudahan dengan kerja sama itu saya dapat mewujudkan beberapa pelatih senam di seluruh Bali, sehingga kedepannya Bali bisa berbicara di tingkat nasional maupun internasional khususnya di senam artistik,” katanya.

Ia juga menargetkan kedepannya minimal ada sekitar 20-30 orang yang telah memiliki lisensi pelatih standar nasional.

“Target kami kedepanya minimal ada sekitar 20-30 pelatih di Bali yang memiliki lisensi standar nasional. Kami nanti akan datangkan pelatih-pelatih dari nasional, mudah-mudahan ada dukungan dari induk organisasi yaitu KONI Bali dan Dispora Provinsi Bali,” katanya

Selain pelatih, Dana juga berkata fasilitas yang dimiliki cabang olahraga senam di Bali masih dirasanya sangat kurang.

Persani Bali pun telah berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan fasilitas yang diperlukan seperti melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah.

“Selama ini untuk fasilitas pendukung latihan memang sangat kurang, namun kami dari Pengprov Persani Bali sudah berusaha semaksimal mungkin dengan berkoordinasi ke sekolah-sekolah yang mengembangkan senam, sekolah itu kami ajak kerja sama, kami masih meminjam tempat (latihan) di sekolah-sekolah, khususnya sekolah-sekolah dasar yang sebagai induk atau embrio dari olahraga senam,” ucapnya.

Ia berharap KONI Bali atau semua stakeholder yang ada di olahraga senam kedepannya dapat memfasilitasi sarana dan prasarana agar olahraga senam di Bali dapat berkembang lebih baik lagi.

“Saya berharap kepada stakeholder atau yang berkecimpung di olahraga seperti KONI bisa memfasilitasi hal itu.  Selama ini kami memiliki fasilitas yang sangat terbatas yang alatnya masih bisa dipakai di senam lantai, dan peti lompat, sedangkan yang lainnya belum bisa dikembangkan di Bali,” ucapnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved