Pengusaha Bali Diharapkan Mulai Merambah Bisnis Digital

Suardhana berharap para pengusaha di Bali termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai berbisnis melalui platform digital

Pengusaha Bali Diharapkan Mulai Merambah Bisnis Digital
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Pengusaha Bali Diharapkan Mulai Merambah Bisnis Digital. Seminar Innopreneur dan Netpreneur 'Mengupas Tuntas Manfaat Ekonomi Digital disertai Peluncuran Aplikasi Ganeca Digital' di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (8/5/2019) sore. 

Pengusaha Bali Diharapkan Mulai Merambah Bisnis Digital

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Waketum Kadin) Bidang Ekonomi Kreatif Ketut MB Suardhana berharap para pengusaha di Bali termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai berbisnis melalui platform digital.

Suardhana menilai hal ini penting karena budaya masyarakat Indonesia bahkan dunia sudah beranjak ke arah tersebut.

"Belanja melalui online, enggak lagi ke toko, enggak lagi ke mal. Begitu kira-kira," kata dia.

Hal ini Suardhana katakan saat menjadi pembicara dalam seminar Innopreneur dan Netpreneur 'Mengupas Tuntas Manfaat Ekonomi Digital disertai Peluncuran Aplikasi Ganeca Digital' di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (8/5/2019) sore.

Selain Suardhana, pembicara lain dalam seminar itu yakni Dosen Stikom Bali IGKG Puritan Wijaya dan founder PT Bamboo Media Putu Sudiarta.

Menurut Suardhana, berbagai upaya dalam mengembangkan bisnis digital ini harus mulai dibangun, salah satunya dengan persiapan infrastruktur seperti penyediaan Wi-Fi secara gratis.

Suardhana mengatakan, sebenarnya sejak lima tahun terakhir infrastruktur ekonomi digital mulai disiapkan dengan matang seperti di luar negeri, terutama sejak disiapkannya super server Indonesian Cloud yang mirip dengan Alibaba Cloud.

Selain itu, infrastruktur lain seperti kabel optik dan satelit Palapa Ring I juga sudah disiapkan; serta adanya smartphone dan payment gateway atau sistem pembayaran digital seperto OVO dan Gopay.

"Itu adalah infrastruktur terjadinya bisnis digital. Bisnis digital itu adalah suatu bisnis yang berbasis internet dan adalah bisnis yang paling adil sebenarnya. Semua bisa memberi manfaat kepada masyarakat," kata dia. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved