Pergub Rampung, Peserta Pameran di Stan PKB 2019 Akan Digratiskan

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penempatan stan pameran untuk PKB tahun ini akan digratiskan sesuai dengan Pergub Bali yang telah rampung

Pergub Rampung, Peserta Pameran di Stan PKB 2019 Akan Digratiskan
Tribun Bali/Karsiani Putri
Ilustrasi - Ayu Artati pamerkan pakaian anak serta kamen endek di stand PKB, Art Center, Denpasar, Bali, Rabu (27/6/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) rencananya akan digelar mulai 15 Juni-13 Juli 2019 di Taman Budaya Provinsi Bali.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penempatan stan pameran untuk PKB tahun ini akan digratiskan.

Penggratisan stan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Bali nomor 4 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Pergub Nomor 32 tahun 2018 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Perda Nomor 3 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha.

Dalam Pergub Nomor 4 tahun 2019 yang baru saja dirampungkan itu, pada pasal 11 ayat 3a disebutkan pembebasan retribusi kepada wajib retribusi dalam hal pemakaian tanah dan bangunan untuk stand pameran produk budaya masyarakat Bali dalam pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Gubernur Bali, Wayan Koster menyebut Dinas terkait sudah membentuk tim kurator pameran yang terbagi atas pangan, sandang, industri kerajinan lokal untuk melakukan seleksi peserta pameran. 

“Seleksi dilakukan oleh Disperindag, banyak yang mendaftar namun harus disesuaikan dengan kuota stan. Juga sudah ada Pergub baru untuk menggratiskan. Dulu Pergubnya nyewa, sekarang Pergubnya gratis,” kata Koster saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (8/6/2019).

Menurut Koster, tujuan penggratisan itu karena mayoritas yang mengikuti pameran terdiri dari pelaku-pelaku usaha industri kecil dan menengah.

“Namanya industri kecil dan menengah. Usahanya kecil, modalnya kecil, pasti untungnya juga kecil. Kalau untungnya cuman sedikit lalu disuruh bayar, kan gak ada untungnya dia. Digratiskan saja supaya riang gembira para pesertanya,” tuturnya.

Saat ditanya terkait harga-harga barang dan kuliner yang terkesan mahal dalam PKB, Koster mengimbau agar apapun yang dijual harus mengutamakan kualitas, lebih tertib, lebih sehat dan jangan menjualnya dengan harga yang mahal.

Ia berharap selama dilaksanakannya PKB semuanya dapat ikut berpesta baik peserta maupun penontonnya, misalnya dengan makan murah.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved