800 Lebih Penumpang KM Awu Berlabuh di Pelabuhan Benoa, Duktang Ilegal Akan Dipulangkan

Sebanyak 800 lebih warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (7/6/2019)

800 Lebih Penumpang KM Awu Berlabuh di Pelabuhan Benoa, Duktang Ilegal Akan Dipulangkan
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Sebanyak 800 lebih warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (7/6/2019). Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar para penumpang kapal KM Awu itu untuk mengantisipasi penduduk pendatang ilegal. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 800 lebih warga asal Nusa Tenggara Timur berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (7/6/2019).

Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar memeriksa identitas diri penduduk pendatang (Duktang) tersebut.

Kepala Disdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata mengatakan, dari hasil kegiatan bersama tim gabungan terdata ada 800 orang yang datang ke Bali, dari 1.300 penumpang KM Awu.

"Kita berkoordinasi dengan Pelni yang akan kita adakan sebanyak 5 kali. Ini yang pertama yang jumlah penumpang terdata sekarang berkisar 800 orang," ujarnya di Pelabuhan Benoa.

Baca: Satpol PP Bali Tingkatkan Pengawasan Duktang Selama Arus Balik, Gandeng Desa Adat dan Dinas

Kepala Disdukcapil didampingi Kabid Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar Ni Luh Lely Sriadi mengatakan, hasil sidak, ditemukan 59 orang yang tidak mengantongi identitas saat tiba di Pelabuhan Benoa.

"Tercatat 59 orang yang didata ini mereka tidak mengantongi E-KTP, tetapi ada yang membawa KTP Non Elektronik, Kartu Keluarga, dan bahkan ada yang membawa SIM atau STNK. Mereka akan didata kembali supaya tertib administrasi," ujarnya.

Sebanyak 800 lebih warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (7/6/2019). Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar  para penumpang kapal KM Awu itu untuk mengantisipasi penduduk pendatang ilegal.
Sebanyak 800 lebih warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berlabuh di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (7/6/2019). Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar para penumpang kapal KM Awu itu untuk mengantisipasi penduduk pendatang ilegal. (Tribun Bali/Nyoman Mahayasa)

"Ada temuan yang kita dapatkan, tapi kebanyakan penumpangnya anak-anak tanpa identitas. Setelah kita data, ini yang nanti dievaluasi petugas kita," lanjutnya.

Terkait dengan hasil pemeriksaan petugas yang tergabung dari Disdukcapil, Polresta Denpasar, Polsek Benoa, Satpol PP, Disdukcapil Provinsi, Dinas Sosial, kecamatan dan lainnya, Dewa Gede akan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk menyelesaikan permasalahan pendatang yang tidak membawa identitas diri.

"Dari 800 orang dan kita temukan ada yang tidak membawa identitas diri. Ya nantinya kita akan koordinasi dengan Pelindo. Kita pulangkan atau kita rumahkan di sini dulu. Itu untuk sementara dulu," tambahnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved