Satpol PP Bali Tingkatkan Pengawasan Duktang Selama Arus Balik, Gandeng Desa Adat dan Dinas

Bila Duktang datang tanpa identitas, bisa saja mereka diberi permakluman asalkan ada pihak yang bersedia menjadi penjamin seperti keluarganya yang

Satpol PP Bali Tingkatkan Pengawasan Duktang Selama Arus Balik, Gandeng Desa Adat dan Dinas
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Memasuki puncak arus balik pasca libur dan cuti bersama Perayaan Idul Fitri 1440 H, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali mulai meningkatkan pengawasan masuknya Penduduk Pendatang (Duktang) ilegal di beberapa titik pelabuhan penyebrangan. 

Disamping itu, Kepala Satpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi menyampaikan dalam melaksanakan penertiban Duktang tersebut, pihaknya juga menggandeng Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, seperti TNI/ Polri, dan Satpol PP kabupaten/kota. 

 Hal itu dilakukan untuk menjaga ketertiban administrasi kependudukan, sebagai antisipasi masuknya Duktang ilegal, diantaranya Duktang tanpa identitas dan Duktang tanpa tujuan yang jelas. 

“Bila petugas menemukan penduduk pendatang yang tidak sesuai ketentuan, maka saya perintahkan oknum tersebut dikembalikan ke daerah asalnya,” tegas Dewa Rai saat dihubungi, Jumat (7/6/2019).

Namun, bila Duktang datang tanpa identitas, bisa saja mereka diberi permakluman asalkan ada pihak yang bersedia menjadi penjamin seperti keluarganya yang tinggal di Bali

“Kami juga bekerjasama dengan pihak lain, seperti forum perbekel (Kepala Desa) dan OPD terkait untuk melakukan pemantauan," imbuhnya.

Dewa Rai menambahkan pengawasan tersebut tidak berhenti di pelabuhan saja, pihaknya juga bakal menggandeng pihak desa adat dan desa dinas yang berpotensi menjadi kantong-kantong penduduk pendatang tinggi, seperti di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. 

Bila ditemukan oknum yang belum jelas tujuannya datang ke Bali, maka tidak segan-segan akan dikembalikan ke daerah asalnya.

“Jika berkaca pada pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, kondisi masuknya penduduk pendatang ilegal ke Bali selalu terjadi,” ujarnya.

Menurutnya kondisi itu disebabkan beragam faktor, salah satunya seperti mereka mencari pekerjaan dan penghidupan di Bali mengingat Bali sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan banyak tenaga kerja.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved