Cerita Para Pemburu Logam di Pelabuhan Gilimanuk, 'Kucing-kucingan' Dengan Petugas
Anak Logam sebenarnya hanyalah sebuah sebutan bagi mereka pemburu logam yang dilempar oleh para penumpang kapal ke laut.
Penulis: Noviana Windri | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Para anak logam biasa terlihat saat musim liburan sekolah atau pun libur lebaran di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Ya, Anak Logam sebenarnya hanyalah sebuah sebutan bagi mereka pemburu logam yang dilempar oleh para penumpang kapal ke laut.
Baca: Puluhan Pedagang Manfaatkan Arus Mudik dan Balik untuk Berjualan Sepanjang Jalan Gilimanuk
Baca: Bercinta Sekali Seminggu Bikin Umur Lebih Panjang, Begini Analisisnya
Baca: Ribuan Wisatawan ke Banyuwangi, Terbanyak ke Pulau Merah dan Hutan Lord of The Rings
Baca: Hadiri HUT Ke-30 ST Wira Aditya Banjar Tebesari Kuta, Giri Prasta Ajak Pemuda Kuatkan Persatuan
Anak-anak ini secara sengaja lompat ke laut untuk mendapatkan logam-logam yang dilempar tersebut.
Seperti yang terlihat di Pelabuhan Penyebrangan MB2 Gilimanuk, para anak logam berenang dari tepi pantai area Pelabuhan Gilimanuk mendekati kapal laut yang tengah bersandar di dermaga.
Kadang mereka menunggu di dalam kapal meminta para penumpang melemparkan koin dari atas kapal dengan melakukan atraksi loncat dari atas kapal untuk mengambil logam yang dilempar para penumpang.
Slamet Gustianto, istrinya dan dua orang anaknya adalah keluarga pencari logam di Pelabuhan Gilimanuk.
Musim liburan sekolah atau libur lebaran selalu mereka manfaatkan untuk mengais rejeki di Pelabuhan Gilimanuk.
"Kalau sekarang ini kan bebas mbak. Jadi tidak apa-apa mencari uang logam di sini. Kalau hari biasa itu baru tidak boleh," ucapnya kepada Tribun Bali, Minggu (9/6/2019) siang.
Ia dan keluarga kecilnya yang saat itu tengah beristirahat menyantap makan siang berupa nasi bungkus setelah menyelam pada pagi harinya.
Pengakuan Slamet, bila hari biasa, Slamet dan rekan-rekannya biasanya kucing-kucingan dengan para petugas Pelabuhan Gilimanuk dan para TNI AL disana.
"Ini saja masih kucing-kucingan dengan para petugas mbak. Kalau hari Raya Lebaran begini ya tidak terlalu ketat. Tapi kalau hari biasa ya kucing-kucingan kalau mau ngelogam," ungkapnya.
Menurut pengakuannya, Slamet dan para pencari logam lainnya hanya diijinkan mencari logam di dermaga MB2 Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk saja.
"Kalau di dermaga yang sebelah sana itu ketat mbak. Semenjak kejadian kecelakaan anak logam di Ketapang itu, peraturannya mulai ketat mbak. Cuma di dermaga MB2 saja," ujarnya.
Jika tidak mencari logam, Slamet hanya seorang pengangguran.
Namun, terkadang ia memancing ikan di area Pelabuhan Gilimanuk untuk dijual kembali.
Jika ikan yang didapatkannya sedikit, ia berikan kepada istrinya untuk dijadikan lauk sendiri bersama keluarga kecilnya.
Istrinya, Siti Nur Fatimah juga ikut mencari logam namun hanya pada hari tertentu saja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anak-logam.jpg)