Cerita Para Pemburu Logam di Pelabuhan Gilimanuk, 'Kucing-kucingan' Dengan Petugas

Anak Logam sebenarnya hanyalah sebuah sebutan bagi mereka pemburu logam yang dilempar oleh para penumpang kapal ke laut.

Cerita Para Pemburu Logam di Pelabuhan Gilimanuk, 'Kucing-kucingan' Dengan Petugas
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Seorang anak logam lainnya tengah bermain di dermaga MB 2, Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu (9/6/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Para anak logam biasa terlihat saat musim liburan sekolah atau pun libur lebaran di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali

Ya, Anak Logam sebenarnya hanyalah sebuah sebutan bagi mereka pemburu logam yang dilempar oleh para penumpang kapal ke laut. 

Baca: Puluhan Pedagang Manfaatkan Arus Mudik dan Balik untuk Berjualan Sepanjang Jalan Gilimanuk

Baca: Bercinta Sekali Seminggu Bikin Umur Lebih Panjang, Begini Analisisnya

Baca: Ribuan Wisatawan ke Banyuwangi, Terbanyak ke Pulau Merah dan Hutan Lord of The Rings

Baca: Hadiri HUT Ke-30 ST Wira Aditya Banjar Tebesari Kuta, Giri Prasta Ajak Pemuda Kuatkan Persatuan

Anak-anak ini secara sengaja lompat ke laut untuk mendapatkan logam-logam yang dilempar tersebut.

Seperti yang terlihat di Pelabuhan Penyebrangan MB2 Gilimanuk, para anak logam berenang dari tepi pantai area Pelabuhan Gilimanuk mendekati kapal laut yang tengah bersandar di dermaga.

Kadang mereka menunggu di dalam kapal meminta para penumpang melemparkan koin dari atas kapal dengan melakukan atraksi loncat dari atas kapal untuk mengambil logam yang dilempar para penumpang.

Slamet Gustianto, istrinya dan dua orang anaknya adalah keluarga pencari logam di Pelabuhan Gilimanuk.

Musim liburan sekolah atau libur lebaran selalu mereka manfaatkan untuk mengais rejeki di Pelabuhan Gilimanuk.

"Kalau sekarang ini kan bebas mbak. Jadi tidak apa-apa mencari uang logam di sini. Kalau hari biasa itu baru tidak boleh," ucapnya kepada Tribun Bali, Minggu (9/6/2019) siang.

Ia dan keluarga kecilnya yang saat itu tengah beristirahat menyantap makan siang berupa nasi bungkus setelah menyelam pada pagi harinya.

Pengakuan Slamet, bila hari biasa, Slamet dan rekan-rekannya biasanya kucing-kucingan dengan para petugas Pelabuhan Gilimanuk dan para TNI AL disana. 

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved