Ditjen Perhubungan Udara Akan Proses Hukum Pelaku Yang Terbangkan Balon Udara Liar

Ditjen Perhubungan Udara Akan Proses Hukum Pelaku Yang Terbangkan Balon Udara Liar

Ditjen Perhubungan Udara Akan Proses Hukum Pelaku Yang Terbangkan Balon Udara Liar
voyagerballoons.com
Ilustrasi Balon Udara 

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan, Dirjen Perhuhungan Udara menyatakan akan menindaktegas pelaku balon udara liar yang membahayakan keselamatan penerbangan.

Hal ini sesuai dengan UU no 1 tahun 2009 tentang Penerbangan Pasal 421 yang menyatakan setiap orang yang melakukan kegiatan membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan dipidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan disepakati tahun ini bila ada pelaku balon udara liar yang tertangkap akan diproses pidana", tegas Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti melalui keterangan resminya, Minggu (9/5/2019).

Polana mengungkapkan tindakan tegas ini diambil karena pemerintah telah memberikan solusi melalui PM 40 tahun 2018 sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisinya tanpa membahayakan keselamatan penerbangan.

Sebab solusi sudah ada melalui PM 40, bahwa balon udara boleh dengan sejumlah ketentuan.

Jadi pemerintah sama sekali tidak menghalangi budaya, tapi menyelaraskan budaya agar tidak membahayakan keselamatan orang lain.

"Nah kalau solusinya sudah diberikan, lalu masih tetap melanggar dengan menerbangkan balon secara bebas, ya maka penegakan hukum harus dijalankan", jelas Polana.

Ia menyampaikan, pihaknya akan menurunkan PPNS Ditjen Perhubungan Udara, Inspektur Navigasi dan Inspektur Bandara untuk bersama-sama dengan Kepolisian dan TNI menindaklanjuti semua temuan ke proses hukum.

"Operasi di lapangan sudah dilakukan TNI dan Polri. Nanti Kepolisian akan memproses hingga BAP, lalu PPNS akan menindaklanjutinya", tegasnya.

Sebagaimana diketahui, melalui PM 40 tahun 2018, pemerintah telah mengakomodir penggunaan balon udara sebagai budaya masyarakat dengan sejumlah ketentuan.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved