Operasi Cochlear Implant Pertama di Bali, Yande Berharap Anaknya Segera Bisa Mendengar

Nesya, anak Yande Anda Widika menjalani operasi cochlear implant yang pertama kalinya di Bali setelah divonis cacat tuli sejak lahir

Operasi Cochlear Implant Pertama di Bali, Yande Berharap Anaknya Segera Bisa Mendengar
Tribun Bali/Agus Aryanta
Putu Nesya Adara Pramesti saat berada di ruang operasi di RSD Mangusada, Badung, Sabtu (8/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Memasuki usia 1,5 tahun, Putu Nesya Adara Pramesti belum juga bisa mendengar dan bicara.

Kini setelah dua tahun berselang, bayi perempuan ini harus jalani operasi cochlear implant.

Yande Anda Widika, warga asal Banjar Umalas Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, merasa degdegan saat anak pertamnya Putu Nesya Adara Pramesti yang berumur 3,5 tahun masuk ke ruang operasi, Sabtu (8/7/2019).

Nesya harus dioperasi lantaran mengalami cacat tuli sejak lahir.

Yande mengaku cacat tuli itu diketahui ketika anaknya berumur 1,5 tahun. Saat itu ia memanggil anaknya, namun tidak ada respon. Setelah diperiksa ternyata terjadi masalah dengan telinga pada buah hatinya.

“Waktu umur 1,5 tahun baru saya tahu. Dan sekarang dilakukan operasi,” ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung, Sabtu kemarin.

Ia tak mau banyak berkomentar perihal operasi yang dilaksanakan. Hanya saja ia berharap operasi dangan bantuan Pemerintah Kabupaten Badung itu berjalan dengan lancar.

“Dan saya sangat berharap anak saya bisa mendengar dan bicara,” tambahnya.

Yande juga menuturkan anak pertamanya itu sempat menggunakan alat pendengar. Namun Nesya tampaknya belum siap.

“Mungkin didengar mendengung ya. Jadi anak saya malah bingung. Namun kalau pakai isyarat dia cepat paham,” tuturnya.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved