Prakiraan Cuaca Bali oleh BMKG, Hanya Negara dan Singaraja Sepenuhnya Cerah Berawan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di seluruh tanah air termasuk wilayah Bali.

Prakiraan Cuaca Bali oleh BMKG, Hanya Negara dan Singaraja Sepenuhnya Cerah Berawan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi cuaca terik 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di seluruh tanah air termasuk wilayah Bali.

Tribun Bali memantau prakiraan cuaca oleh BMKG itu melalui situs resminya di bmkg.go.id pukul 07.10 Wita.

Berdasarkan pemantauan itu, dapat diketahui bahwa kondisi cuaca di wilayah Bali untuk hari ini, Minggu (9/6/2019) nampaknya hanya dua kota di Bali yang sepenuhnya dalam kondisi cerah berawan.

Dua kota itu yakni Negara di Kabupaten Jembrana dan Singaraja di Kabupaten Buleleng, yang mengalami cerah berawan dari siang hingga dini hari.

Denpasar dan Tabanan diprediksi mengalami cerah berawan saat malam hingga dini hari, sementara pada siangnya hanya dalam kondisi berawan.

Kota yang lebih sedikit mengalami cerah berawan yakni Amlapura, Gianyar, Mengwi, dan Semarapura.

Amlapura, Gianyar dan Semarapura mengalami cerah berawan pada malam hari, sedangkan siang dan dini hari hanya dalam kondisi berawan.

Untuk Mengwi, kondisi cerah berawan diprediksi hanya terjadi saat dini hari, lalu pada siang dan malam harinya hanya berawan.

Berbeda dengan Bangli, BMKG memprediksi kota ini sepenuhnya dari siang hingga dini hari berada dalam kondisi berawan.

Hal ini sekaligus mengantarkan Bangli sebagai kota dengan suhu terendah dibanding kota lainnya di Bali, yakni berkisar 23 sampai 29 derajat Celcius.

Suhu yang relatif paling panas nampaknya akan terjadi di Singaraja yang diprediksi berkisar antara 25 hingga 32 derajat Celcius.

Selanjutnya untuk prediksi kelembaban udara, Denpasar, Gianyar dan Semarapura diprediksi terendah yang berada di kisaran 55 sampai 85 persen.

BMKG memprediksi kelembaban tertinggi terjadi di Amlapura dan Bangli yakni antara 65 hingga 90 persen.

Dalam situsnya itu, BMKG tak lagi memberikan peringatan dini kepada masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved