Puluhan Pedagang Manfaatkan Arus Mudik dan Balik untuk Berjualan Sepanjang Jalan Gilimanuk

Puluhan tenda sederhana dari kayu dan bambu berdiri di sepanjang Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Gilimanuk, Jembrana, Sabtu (9/5/2019).

Puluhan Pedagang Manfaatkan Arus Mudik dan Balik untuk Berjualan Sepanjang Jalan Gilimanuk
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Para pedagang musiman memanfaatkan momen arus mudik dan balik dengan mendirikan tenda berjualan bermacam-macam makanan dan minuman di sepanjang Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Jembrana, Sabtu (9/5/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Setiap arus mudik dan arus balik Lebaran dimanfaatkan oleh para pedagang musiman untuk menjual bakso, lalapan, makanan ringan maupun minuman untuk mencari rejeki lebih.

Puluhan tenda sederhana dari kayu dan bambu berdiri di sepanjang Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Gilimanuk, Jembrana, Sabtu (9/5/2019).

Baca: Ribuan Wisatawan ke Banyuwangi, Terbanyak ke Pulau Merah dan Hutan Lord of The Rings

Baca: Hadiri HUT Ke-30 ST Wira Aditya Banjar Tebesari Kuta, Giri Prasta Ajak Pemuda Kuatkan Persatuan

Baca: Selang 15 Menit Setelah Cilacap Diguncang Gempa 5,7 SR, Nusa Dua Diguncang Gempa 5,2 SR

Baca: Bupati Giri Prasta Hadiri Nyekah Massal Banjar Dajan Peken, Penarungan, Mengwi

Salah seorang pedagang musiman, Sumaniati mengaku momen lebaran ia manfaatkan untuk mencari rejeki tambahan dengan berjualan bakso, lalapan dan kopi.

"Setiap lebaran selalu jualan mbak. Lupa dari tahun kapan. Tapi sudah lama sekali selalu jualan," ungkapnya.

Banyaknya pemudik yang melintas ia manfaatkan untuk berjualan bakso, lalapan dan kopi di momen lebaran dengan dibantu oleh ayah dan anak kandungnya.

Sementara, sehari-hari ia hanya seorang pedagang asongan penjual kopi di area Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

"Ijin berjualan di sini biasanya sampai hari 15 hari setelah Lebaran mbak. Tiap tahun sama aja. Kadang ramai, kadang biasa saja. Penghasilan juga tidak menentu," ungkapnya.

Jika musim arus mudik, tenda-tenda akan dibangun di seberang kiri jalan saat arus mudik (arah Denpasar) untuk memudahkan para pemudik membeli makanan.

Sedangkan saat arus balik para pedagang akan membongkar lalu membangun tendanya lagi di seberang kanan jalan (arah Denpasar) saat arus balik.

Penghasilan yang ia dapat jika sedang ramai mencapai Rp 200 ribu.

Sumaniati berjualan bakso dengan harga Rp 10 ribu per porsi.

Lalapan ayam goreng dengan harga Rp 15 ribu per porsi.

Dan kopi dijual dengan harga Rp 4 ribu per gelas.

Biasanya ia berjualan kopi di area Pelabuhan Gilimanuk dengan harga Rp 5 ribu per gelas.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved