Stan PKB 2019 Resmi Digratiskan, 304 UKM Lolos Verifikasi Jadi Peserta Pameran

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, stan pameran dalam PKB 2019 yang akan digelar mulai 15 Juni-13 Juli 2019 secara resmi akan digratiskan

Stan PKB 2019 Resmi Digratiskan, 304 UKM Lolos Verifikasi Jadi Peserta Pameran
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Sejumlah seniman dari Batur Ulangun, Batuan, sedang mengerjakan mural di Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (8/6/2019). Lukisan gaya Batuan ini dibuat untuk persiapan PKB 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 yang akan digelar mulai 15 Juni-13 Juli 2019 bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya, dari sisi penempatan stan pameran yang mulai tahun ini secara resmi akan digratiskan.

Tidak adanya pungutan untuk stan pameran tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 4 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Pergub Nomor 32 tahun 2018 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Perda Nomor 3 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang retribusi jasa usaha.

Dalam Pergub Nomor 4 tahun 2019 yang baru saja dirampungkan itu, pada pasal 11 ayat 3a menyebutkan pembebasan retribusi kepada wajib retribusi dalam hal pemakaian tanah dan bangunan untuk stan pameran produk budaya masyarakat Bali dalam pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Tentunya Pergub Nomor 4 tahun 2019 ini menjadi angin segar bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Bali untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produknya ke masyarakat.

Baca: Jelang PKB 2019, Persiapan Stan Pameran Telah Rampung 75 Persen

Hanya saja, Pemprov Bali tidak akan bisa menampung semua UKM. Mereka harus melewati tahap seleksi dan verifikasi untuk menjadi peserta pameran PKB 2019 di Taman Budaya, Denpasar.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali sudah membentuk tim kurator pameran terbagi atas pangan, sandang, industri kerajinan lokal untuk melakukan kurasi terkait seleksi perekrutan peserta pameran.

“Seleksi dilakukan oleh Disperindag, banyak yang mendaftar namun harus disesuaikan dengan kuota stan. Juga sudah ada Pergub baru untuk menggratiskan. Dulu Pergubnya nyewa, sekarang Pergubnya gratis,” kata Koster saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali, kemarin.

Menurut Koster tujuan penggratisan itu karena mayoritas yang mengikuti pameran terdiri dari pelaku-pelaku usaha industri kecil dan menengah. Baik pelaku usaha kuliner maupun kerajinan lokal.

“Namanya industri kecil dan menengah. Usahanya kecil, modalnya kecil, pasti untungnya juga kecil. Kalau untungnya cuman sedikit lalu disuruh bayar, kan gak ada untungnya dia. Digratiskan saja supaya riang gembira para pesertanya,” tuturnya sumringah.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved