Ular Piton 3 Meter Ditemukan di Depan Rumah Warga Jalan Drupadi Denpasar, Pahami Karakteristiknya

Diketahui jenis ular tersebut yakni ular piton dengan panjang kurang lebih 3 meter dan diameter 15 cm.

Ular Piton 3 Meter Ditemukan di Depan Rumah Warga Jalan Drupadi Denpasar, Pahami Karakteristiknya
BPBD Kota Denpasar
Kru penangkap ular BPBD Kota Denpasar saat menangkap ular di Jalan Drupadi Denpasar, Minggu (9/6/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Seekor ular dalam ukuran besar kembali ditemukan di Kota Denpasar.

Penemuan kali ini terjadi Minggu (9/6/2019) dini hari sekitar pukul 01.50 Wita.

Ular ini ditemukan di depan rumah di Jalan Drupadi VI No 12, Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Denpasar, Bali.

Hal itu dilaporkan oleh seorang warga bernama Septi kepada BPBD Kota Denpasar.

Mendapat laporan tersebut BPBD Kota Denpasar menerjunkan tim ularnya ke lokasi kejadian.

Diketahui jenis ular tersebut yakni ular piton dengan panjang kurang lebih 3 meter dan diameter 15 cm.

Menurut pemelihara ular yang tinggal di Denpasar, Ketut Oka Widhiartana, biasanya ular akan masuk ke rumah warga saat musim hujan.

Hal ini dikarenakan pada musim hujan, sarang ular tersebut tergenang air sehingga ular tersebut kebanyakan memilih keluar sarang.

Selain itu, ular juga banyak telur ular akan menetas pada akhir tahun sehingga populasi ular di akhir tahun akan semakin meningkat.

Jika tak mau rumah anda dimasuki ular, maka rajinlah membersihkan rumah.

Jangan biarkan rumah lembab.

“Ular suka tempat lembab, jika rumah lembab maka ular gampang masuk rumah. Sehingga rumah harus wangi, arena ular tidak suka wangi-wangian,” kata Oka saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

Selain itu di setiap pintu masuk juga dipasang ‘jimat’ yang ampuh untuk menangkal ular masuk rumah.

‘Jimat’ tersebut yakni keset ijuk.

“Pada pintu masuk taruh keset ijuk, karena ular takut lewat keset yang bergerigi karena ular takut tertusuk badannya tertusuk keset itu,” katanya.

Oka menambahkan, bisanya ular akan birahi dan kawin saat pertengan tahun.

Dan dalam setahun hanya bisa berkembangbiak sekali.

Jumlah telurnya pun tergantung ukuran ular, semisal untuk ular piton seukuran tiang listrik mampu menghasilkan telur hingga 60 butir.

Dari masa hamil hingga bertelur dibutuhkan waktu 3 bulan, dan untuk menetaskan telur juga butuh waktu 3 bulan.

“Ada juga ular yang menetaskan telurnya di dalam perutnya dan keluar jadi anak. Seperti anaconda langsung mengeluarkan anak, atau ular hijau ekor merah langsung keluar anak,” katanya.

Ia menambahkan, ular piton atau ular sanca merupakan ular terpanjang di dunia.

Selain itu, jika sudah besar ular ini memiliki belitan yang sangat kuat.

Ular piton atau ular sanca bukan jenis ular yang berbisa.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved