Kisah Penyumbang Emas Monas asal Aceh Berakhir Tragis di Tangan Soeharto, Dituduh PKI & Harta Disita

Sejarah mencatat, tumbangnya pemerintahan Soekarno dipenghujung akhir 1965 menyisakan berbagai cerita tragis.

Kisah Penyumbang Emas Monas asal Aceh Berakhir Tragis di Tangan Soeharto, Dituduh PKI & Harta Disita
twitter@simpsura/kompas.com/RODERICK ADRIAN MOZES
Teuku Markam dan puncak Monas Jakarta 

TRIBUN-BALI.COM, -- Sejarah mencatat, tumbangnya pemerintahan Soekarno dipenghujung akhir 1965 menyisakan berbagai cerita tragis. 

Pelan namun pasti, kekuasaan sah Soekarno dan orang-orang terdekatnya 'dipreteli' oleh Soeharto, yang kemudian berakhir dipenjara maupun dihilangkan secara paksa. 

Satu diantaranya adalah sosok pria asal Aceh yang bernama Teuku Markam. Sosok pria kaya raya dari bumi Serambi Mekkah, yang nasibnya berakhir nestapa. 

Ini adalah cerita tentang Teuku Markam, salah satu orang terkaya di Indonesia yang di akhirnya hayatnya bernasib tragis.

Pernahkah Anda bertanya-tanya, siapa sosok yang menyumbang emas Monumen Nasional yang ada di Jakarta itu?

Dari 38 kg berat emas monas, 28 kg-nya ternyata disumbang oleh putra Aceh bernama Teuku Markam itu.

Bisa dibilang, Markam punya jasa besar terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia.

Dari beberapa sumber disebutkan, Markam merupakan seorang pengusaha kaya Aceh pada zaman pemerintahan Presiden RI Soekarno.

Laki-laki kelahiran Panton Labu, Aceh Utara tahun 1925 ini memang tak lulus Sekolah Rakyat (SR).

Dia hanya “kuat” hingga kelas 4 SR.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved