Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 8 Tahun Penjara, Hakim Anwar Beda Pendapat

Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan langsung menyatakan banding dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 8 Tahun Penjara, Hakim Anwar Beda Pendapat
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Mantan Direktur Utama PT Pertamina Persero, Karen Agustiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/3/2019). 

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 8 Tahun Penjara, Hakim Anwar Beda Pendapat

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan langsung menyatakan banding dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (10/6/2019). Karen tak terima dihukum 8 tahun penjara oleh majelis hakim.

"Innalillahi, innalillahi, innalillahi, majelis hakim saya nyatakan banding," ujar Karen seusai mendengar hakim membacakan putusan terhadapnya.

Awalnya, majelis hakim memberi kesempatan Karen untuk menghampiri penasehat hukum dan berdiskusi mengenai putusan. Namun, Karen langsung menyatakan sikap tanpa berdiskusi dengan pengacaranya.

Tanggapan Karen atas putusan tersebut langsung mendapat tepuk tangan para kerabat dan keluarga yang memenuhi seisi ruang sidang. Hal serupa juga dikatakan penasehat hukum Karen, Soesilo Aribowo.

Baca: Semalam Mimpi Berhubungan Intim? Ini Artinya Bagi Kehidupan Nyata Anda

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 10 Juni 2019, Cancer Penuh Pujian, Pisces Kurang Beruntung

Baca: Terkuak Motif Tewasnya Pasutri di Surabaya, Sakit Hati Suami Diselingkuhi Istri & Tinggalkan Tulisan

Soesilo meminta agar Salinan putusan dapat cepat diberikan sebagai bahan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Kami secara tegas juga menyatakan banding," ujar Soesilo. Karen divonis 8 tahun penjara dan dihukum membayar denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Karen terbukti mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di PT Pertamina dan ketentuan atau pedoman investasi lainnya dalam Participating Interest (PI) atas Lapangan atau Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Karen telah memutuskan melakukan investasi PI di Blok BMG Australia tanpa melakukan pembahasan dan kajian terlebih dulu. Karen dinilai menyetujui PI tanpa adanya due diligence serta tanpa adanya analisa risiko yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA).

karen agustiawan
karen agustiawan (kompas.COM)

Selain itu, menurut hakim, penandatanganan itu tanpa persetujuan dari bagian legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina. Menurut hakim, perbuatan Karen itu telah memperkaya Roc Oil Company Ltd Australia.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved