Pengprov FOPI Bali Gelar Selekda untuk Pra PON 2019, Pakai 3 Metode Seleksi

Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali mengadakan Seleksi Daerah (Selekda) untuk Pra PON 2019 cabor Petanque

Pengprov FOPI Bali Gelar Selekda untuk Pra PON 2019, Pakai  3 Metode Seleksi
Dok Nyoman Yamadhiputra
Selekda para atlet petanque di Lapangan Petanque Debes, Tabanan, Bali, Minggu (9/6/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bali mengadakan  Seleksi Daerah (Selekda) untuk Pra PON 2019 cabor Petanque di Lapangan Petanque Debes, Tabanan, Bali, tanggal 8-9 Juni 2019.

Ketua Umum Pengprov FOPI Bali, Nyoman Yamadhiputra yang dihubungi Tribun Bali pada Minggu (9/6/2019) mengungkapkan bahwa selekda tersebut diikuti sebanyak 36 atlet petanque Bali. Ia juga menjelaskan pada selekda kali ini Pengprov FOPI Bali menggunakan tiga metode.

“Kita melakukan seleksi menggunakan tiga metode, yang pertama melalui pointing, kedua kita uji dengan shooting, dan ketiga kita seleksi mereka dengan metode games. Kita adu mereka di masing-masing nomor yaitu single, double maupun triple, sehingga kita dapatkan yang terbaik,” ujarnya.

Ia juga mengatakan setelah selekda tersebut berakhir,  FOPI Bali akan menyusun taktik maupun strategi sebelum mengirim atlet menuju Pra PON 2019 cabor Petanque yang akan berlangsung di Jakarta tanggal 26-31 Agustus 2019.

“Kita harus memasang strategi bagaimana caranya Bali bisa lolos di Pra PON berhadapan dengan Provinsi lain, kemudian kita juga mengatur komposisi agar bisa mengalahkan Provinsi lain berdasarkan potensi yang kita miliki saat ini,” ujarnya.

Yamadhiputra menambahkan, bahwa strategi maupun taktik sangat penting disusun mengingat pada Pra PON 2019 nanti kuota atlet dibatasi menjadi 7 atlet putra dan 7 atlet putri.

Selain itu tiket untuk menuju PON 2020 juga hanya tersedia bagi Provinsi yang berhasil menempati peringkat 1 hingga 7 di Pra PON 2019, sedangkan satu tiket sudah diamankan tuan rumah PON 2020 yaitu Papua, sehingga nanti 27 Provinsi yang akan mengikuti Pra PON 2019 harus bersaing untuk merebut enam tiket yang tersisa.

Ia juga melihat pada Pra PON 2019 nanti para atlet Bali memiliki peluang untuk lolos, namun ia pun tidak menganggap remeh lawan-lawan yang akan dihadapi Bali nanti seperti DKI Jakarta maupun Jambi yang di setiap kejuaraan hampir selalu mendominasi perlombaan. (*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved