Breaking News:

Tulis Sastra Bali Modern Sejak 1913, Karya Made Pasek Ditemukan di Belanda dan Australia

Sastra Bali Modern pertama kali ditulis oleh I Made Pasek, lewat sejumlah karyanya yang ditemukan di negara Australia dalam bentuk mikro film

Tribun Bali/Ratu Ayu
Ketut Putu Astita (kiri) bersama Gede Gita Purnama (tengah) menunjukkan foto dan karya-karya almarhum I Made Pasek, sang pelopor Sastra Bali Modern. 

Hasil terjemahan itu pun kini masih sering dicetak dan dijadikan sebagai bahan LKS Bahasa Bali.

"Memang tidak ada hubungannya dengan Sastra Bali Modern. Terjemahan cerita Tantri itu  berperan besar, hingga kini dikutip dijadikan bahan LKS bahasa Bali. Itu diterjemahkan pada tahun 1930an," ungkap Purnama.

Sementara itu, cucu almarhum I Made Pasek, Ketut Putu Astita mengatakan, karya-karya sang kakek memang tidak banyak tersimpan di rumah.

Pihak keluarga hanya memiliki tulisan tangan I Made Pasek, yang menyalin lontar-lontar milik leluhurnya terdahulu.

"Lontar-lontar yang disalin itu macam-macam. Salah-satunya lontar wariga dan lontar usada. Itu disalin dalam bahasa Bali," kata Astita.

Selama hidupnya Putu Astita mengaku tidak pernah bertemu dengan almarhum I Made Pasek. Hal ini terjadi lantaran I Made Pasek meninggal dunia di usia masih terbilang muda, yakni sekitar 35 tahun.

"Dulu waktu saya masih SD,  bapak saya cerita bahwa kakek saya penerjemah cerita Tantri. Kebiasaan menulisnya memang tidak diwarisi keluarga kami. Saya dulu sekolah di elektronika. Bapak saya juga pedagang," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved