Sponsored Content

Adi Prayitno, Penjual Lalapan di Denpasar Sebarkan Kebaikan Bersama JKN-KIS

Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang merupakan pahlawan di bidang kesehatan sudah sangat membantu jutaan penduduk

Adi Prayitno, Penjual Lalapan di Denpasar Sebarkan Kebaikan Bersama JKN-KIS
istimewa
Adi Prayitno 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bukan rahasia lagi jika Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang merupakan pahlawan di bidang kesehatan sudah sangat membantu jutaan penduduk Indonesia.

Hal inilah yang dirasakan Adi salah salah satu peserta JKN-KIS yang sangat respect terhadap program ini.

Adi yang memiliki nama lengkap Adi Prayitno sehari-harinya berprofesi sebagai penjual lalapan.

Adi juga sempat menjadi petugas pengemudi di Kantor BPJS kesehatan Cabang Denpasar, berdasarkan pengalamannya tersebut Adi pun tidak segan untuk berbagi cerita dan kesannya pada program ini.

“Saya sudah lama menjadi peserta JKN-KIS dan alhamdulilah saya bersyukur sekali tidak pernah diberikan penyakit parah sehingga iuran yang saya bayarkan akan bermanfaat bagi masyarakat yang mebutuhkan,” cetus Adi diawal ceritanya kepada tim jamkesnews.

Tidak lupa Adi pun selalu menyebarkan info-info terkait Program JKN-KIS kepada orang-orang yang ditemuinya.

Salah satu pengalaman Adi adalah saat dia hendak mengirimkan paket kepada keluarganya di kampung melalui kantor pos, Adi sempat berbincang-bincang dengan salah satu petugas di kantor pos yang bernama Wayan Wirawan.

Di dalam perbincangan yang lumayan panjang itu tanpa terasa Adi membicarakan progam JKN-KIS hingga Adi turut memberikan informasi kemudahan dalam mengakses pelayanan JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN dan tanpa pikir panjang Wirawan pun langsung mendownload aplikasi Mobile JKN pada ponselnya.

“Wirawan benar-benar tidak tahu dengan adanya aplikasi Mobile JKN dari BPJS Kesehatan dan dia merasa sangat dimudahkan dengan adanya aplikasi ini dalam mendapatkan informasi serta segala urusan perubahan baik itu perubahan data, perubahan faskes dan lain-lain tidak perlu lagi mengantri di kantor BPJS keseharan,” kenang Adi.

Adi yang sudah merantau di Kota Denpasar sejak tahun 2013 bersama sang istri sangat bersyukur dengan terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan ditambah dengan jaminan kesehatan yang sudah didapatnya.

“Dalam penggunaannya pun sangat mudah asalkan kita sesuai aturan, pernah istri saya mengalami demam kemudian saya membawa istri ke faskes yang dipilih, istri saya pun segera mendapatkan penanganan dan diberikan obat tanpa megeluarkan biaya sepeserpun,” pungkas Adi. 

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved