Bali United

GPS : Bali United IPO, Akademi Sepakbola Harus Segera Dibangun

Terobosan melantai di bursa saham ini, akan menambah dana segar bagi operasional klub tercinta masyarakat Bali, Bali United.

GPS : Bali United IPO, Akademi Sepakbola Harus Segera Dibangun
Tribun Bali / Marianus Seran
Bali Gede Pasek Suardika (GPS) bersama Owner Bali United Pieter Tanuri 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gede Pasek Suardika, fans setia Bali United, menilai penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Bali Bintang Sejahtera (Bali United) merupakan langkah tepat.

Terobosan melantai di bursa saham ini, akan menambah dana segar bagi operasional klub tercinta masyarakat Bali, Bali United.

Menurut GPS sapaan akrab mantan anggota DPR RI dan DPD ini, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangun akademi Bali United yang memiliki tujuan jangka panjang di Bali dan Indonesia.

"Kekuatan Bali United itu tidak terlihat, seperti rasa bangga, manajemen yang bagus, pemain bagus dan sistem pembinaan berjenjang. Semoga kedepan seperti Ajax Amsterdam, tidak mencari pemain tapi bisa suplai pemain. Lewat pembinaan sepakbola berjenjang," tegas GPS kepada Tribun Bali kemarin.

Menurut dia, industri seperti Ini bisa membangun akademi Bali United jangka panjang di Bali.

"Dana ini kalau bisa dipakai untuk sistem pembinaan sepakbola di Bali. Sehingga banyak masyarakat Bali bisa sekolah bola di Bali United secara berjenjang dengan baik. Akademi Bali United harus dibangun. Karena ini menguntungkan jangka panjang," jelas GPS.

Tambahnya lagi, jika pemain yang dihasilkan Bali United bisa ditransfer ke Klub lain tentu memberikan nilai tambah untuk manajemen yakni efek ekonomi dan prestasi bagi Bali United.

"Ini jadi ruang bagus anak anak kita di Bali. Untuk infrastruktur boleh dikit- dikit manajemen melakukan pembenahan. Biarlah pemerintah daerah yang merehab dan membangun infrastruktur melalui lobi ke pemerintah pusat," jelasnya.

Ia mengatakan, masyarakat Bali juga juga kehadiran pemerintah hadirkan infrastruktur olahraga yang representatif, agar tumbuh kembang bisnis olahraga di Bali bisa berjalan dengan sehat.

"Tidak harus perusahaan olahraga saja yang menyiapkan infrastruktur.Infrastruktur olahraga itu kalau bisa pemerintah juga yang membangun. Dengan begitu, masyarakat dapat satu kebutuhan hidup yakni hiburan tapi secara ekonomi juga tumbuh.Karena sandang, papan, pangan dan hiburan merupakan empat kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus hadir di situ," ujarnya.

Status GPS saat ini termasuk pemilik Bali United karena terhitung senin (10/6/2019), ia hadir di Jalan Veteren Denpasar untuk membeli saham Bali United.

"Yang penting memiliki klub ini. Kalau jumlah berapa lot itu yang serius biar pengusaha besar saja. Kita hobi bola yang penting memiliki saja sudah cukup," ujarnya.  (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved