Pemprov Bali Sedang Susun Formasi CPNS, Dibawa ke Pusat Akhir Juni

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini sedang menyusun formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019

Pemprov Bali Sedang Susun Formasi CPNS, Dibawa ke Pusat Akhir Juni
Tribun Bali/Sui Suadnyana
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali Ketut Lihadnyana saat ditemui di kantornya, Senin (11/6/2019) siang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini sedang menyusun formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 dan akan dibawa ke pusat pada akhir Juni 2019 ini.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali beberapa waktu lalu telah memanggil para organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meminta kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) sesuai dengan beban kerja.

Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana mengatakan, penyusunan formasi ASN kali ini lebih diprioritaskan terhadap tenaga yang bisa memberikan dukungan secara langsung atas lima skala prioritas program Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Kelima skala prioritas itu tercantum dalam Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan 22 misi yakni diantaranya pelestarian adat, budaya, lingkungan, pengembangan ekonomi lokal dan pariwisata.

"Nanti arahnya ke sana ini. Nanti kalau di luar skala prioritas itu kan kayaknya tidak deh. Kita lebih memprioritaskan rekrutmen atau penataan perencanaan formasi ASN lebih diprioritaskan dalam penanganan lima skala prioritas itu," terangnya.

Hal itu Lihadnyana jelaskan saat ditemui Tribun Bali di kantornya, Senin (11/6/2019) siang.

Lihadnyana mencontohkan, pengembangan ekonomi lokal itu misalnya termasuk bidang pertanian sehingga yang perlu direkrut yakni berupa penyuluh dan lulusan yang bisa melakukan pengolahan hasil pertanian atau dengan kualifikasi penanganan pasca panen.

Selama ini, Lihadnyana melihat banyak sekali tenaga teknis di on farm atau di hulu yang menangani masalah pembudidayaan.

Akan tetapi manakala proses di on farm itu mampu menghasilkan, produknya tidak mampu tertangani sehingga diperlukan adanya penanganan pasca panen dan pengolahan hasil sehingga produknya mempunya daya simpan dan nilai tambah.

Kemudian untuk bidang pelestarian adat nantinya diprioritaskan untuk guru-guru seperti bahasa Bali tentunya yang mengerti soal budaya.

Lihadnyana menjelaskan, formasi CPNS tahun 2019 ini hanya 30 persen, selebihnya sebanyak 70 persen untuk PPPK.

"Misalnya kita butuh 100, 30 itu CPNS. 70 itu PPPK," jelasnya.

Nantinya, kata dia, jika ada tenaga kontrak yang ingin menjadi PPPK maka akan akan turut menjalani testing.

Perekrutannya juga tergantung dari kualifikasi yang dibutuhkan dan pihaknya masih akan menunggu petunjuk teknis dari pusat. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved