Penggunaan Handphone Picu Kanker Darah Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter RSUP Sanglah

Dokter di RSUP Sanglah, Dr.dr. Ketut Suega, SpPD-KHOM menjelaskan penggunaan handphone berlebih bisa mengakibatkan dampak

Penggunaan Handphone Picu Kanker Darah Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter RSUP Sanglah
TRIBUN BALI/M. FIRDIAN SANI
Dr.dr. Ketut Suega, SpPD-KHOM saat dijumpai di gedung Angsoka IV, RSUP Sanglah, Senin (10/6/2019). 

Penggunaan Handphone Picu Kanker Darah Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter RSUP Sanglah

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penggunaan handphone secara berlebih disebut-sebut menjadi satu di antara pemicu kanker darah.

Terkait penggunaan handphone bisa picu kanker darah, kini ramai dibicarakan masyarakat.

Namun, apakah penggunaan handphone bisa picu kanker darah merupakan mitos atau fakta?

Dokter di RSUP Sanglah, Dr.dr. Ketut Suega, SpPD-KHOM menjelaskan penggunaan handphone berlebih bisa mengakibatkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan.

Secara umum, kaitan antara penggunaan handphone dengan kanker darah itu ada.

Baca: Kepala Dinas Jembrana Ungkap Sosok Bidan Nakal yang Fotonya Viral, Fakta Ini Terungkap

Baca: Jelang Pemilihan Perbakel Serentak di Denpasar, Begini Syarat yang Sedang Digodog di DPRD

Baca: Peran Kunci Kivlan Zen Diungkap Polisi, Mulai Dugaan Makar hingga Rencana Pembunuhan 4 Tokoh

Baca: Jadwal Pekan Keempat Bali United Vs PSIS Semaran Diundur, PSSI Ungkap Alasannya

Baca: Fakta Video Nakal Oknum Bidan Desa di Jembrana Viral, Kurang Rp 20 Juta hingga Timun

"Secara umum ada, walaupun kami tidak tahu berapa persen pengaruhnya. Tetapi itu menjadi salah satu faktor," kata Dr.dr. Ketut Suega, SpPD-KHOM saat ditemui di RSUP Sanglah.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak berani menyimpulkan bahwa karena handphone seseorang bisa terkena kanker darah, alasan itu diperkuat karena kanker darah timbul dari berbagai faktor.

"Ia kanker darah itu kan banyak pemicunya, selain dari penggunaan handphone yang berlebih tadi, faktor makanan, gen, serta pola hidup yang buruk juga mempengaruhi risiko tubuh terkena kanker darah," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa apapun yang bersifat berlebihan itu tidak baik, termasuk penggunaan handphone.

"Itu menjadi salah satu faktor risiko, kalau terlalu banyak kena sinar radiasi dari gadget, tidak baik juga," katanya.

Dari studi-studi belum pernah ada yang membuktikan bahwa handphone menjadi pemicu kuat terpicunya kanker darah.

"Karena belum ada penelitian yang meyakinkan kita bahwa penggunaan handphone dapat menjadi penyebab tunggal mengalami seseorang terkena kanker darah," ungkapnya.

Selain kerugian itu, ia mengatakan bahwa penggunaan handphone secara berlebihan akan merusak kesehatan mata. (*)

Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved