Respon Pengusaha Travel Terkait Rencana Pembangunan Kereta Api di Bali

Rencana pembangunan kereta api yang bakal menghubungkan Bali selatan dengan Bali utara dipastikan memiliki dampak signifikan terhadap nasib usaha

Respon Pengusaha Travel Terkait Rencana Pembangunan Kereta Api di Bali
Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi Kereta Api di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menghadirkan moda transportasi kereta api mendapat respon positif dari banyak kalangan.

Namun ada juga muncul penolakan.

Salah satunya dari para pengusaha travel atau angkutan pariwisata.

Baca: Seperti Ini Gambaran Rencana Kereta Api di Bali, Koster: Pengusaha Travel Tak Perlu Takut

Rencana pembangunan kereta api yang  bakal menghubungkan Bali selatan dengan Bali utara dipastikan memiliki dampak signifikan terhadap nasib usaha travel.

Bahkan dianggap bisa mematikan para pengusaha travel yang selama ini beroperasi di Bali.

Karena itu, mereka menilai pembangunan kereta api tidak perlu.

Apalagi saat ini Pemprov Bali sudah membangun shortcut (jalan singkat) untuk mempercepat akses Bali selatan dan utara.

“Luas Pulau Bali ini kecil. Jadi saya rasa gak perlu kereta api.

Adanya shortcut lebih bagus, atau pembatasan usia mobil. Bukan dengan kereta api. Kasihan usaha travel pasti gulung tikar,” kata seorang pengusaha travel di Bali, Nyoman Suharta, kepada Tribun Bali, Senin (10/6/2019).

Suharta berharap pemerintah memaksimalkan terlebih dahulu kondisi infrastruktur yang sudah ada di Bali, baik kondisi fisiknya, maupun manajemennya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved