60 Persen Uang Nasabah Belum Dikembalikan, Prajuru Pengaji Tunggu Penjualan Aset Ketua LPD

Ketua LPD Pengaji, Wayan Depo Suputra, belum bisa menjual aset miliknya sebagai pertanggungjawabannya terhadap dana LPD sekitar Rp 3 miliar

60 Persen Uang Nasabah Belum Dikembalikan, Prajuru Pengaji Tunggu Penjualan Aset Ketua LPD
KOMPAS.com
ilustrasi korupsi. 60 Persen Uang Nasabah Belum Dikembalikan, Prajuru Pengaji Tunggu Penjualan Aset Ketua LPD 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Penyelesaian permasalahan LPD Pengaji, Desa Melinggih Kelod, Payangan, hingga saat ini masih jalan di tempat.

Hal tersebut dikarenakan Ketua LPD Pengaji, Wayan Depo Suputra, belum bisa menjual aset miliknya sebagai pertanggungjawabannya terhadap dana LPD sekitar Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar.

Karena itu, tim likuidasi LPD Pengaji belum bisa mengembalikan uang nasabah secara total.

Bendesa Adat Pengaji, I Made Suarjana, Selasa (11/6/2019) mengatakan, uang nasabah yang baru bisa dikembalikan hanya sebesar 40 persen.

Sisanya yang lagi 60 persen, pihaknya masih menunggu hasil penjualan aset LPD Pengaji dan aset pribadi milik Ketua LPD.

Adapun jenis aset milik LPD Pengaji ini berupa material jaminan para penunggak pembayaran.

Namun berapa kira-kira nilai aset LPD ini, Suarjana mengaku tidak tahu.

Begitu juga terkait berapa nominal uang yang harus dibayarkan ketua LPD setempat.

“Soal angka, saya tidak hafal jumlahnya, karena sedang tidak bawa data. Tapi yang jelas, pembayaran kredit waktu ini sudah berjalan 40 persen. Untuk 60 persennya akan dibayar menggunakan hasil penjualan aset ketua LPD dan yang nunggak-nunggak itu,” ujarnya.

Terkait kapan target pengembalian dana nasabah itu, Suarjana berharap bisa secepatnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved