Anjing Mati Setelah Gigit Empat Warga di Jembrana, Hasil Uji Laboratorium Nyatakan Positif Rabies

Empat warga Kelurahan Banjar Tengah, Jembrana digigit anjing. Setelah mengigit, anjing itu ditemukan mati dan dinyatakan positif rabies

Anjing Mati Setelah Gigit Empat Warga di Jembrana, Hasil Uji Laboratorium Nyatakan Positif Rabies
pixabay.com
Ilustrasi anjing rabies. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Empat warga Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara Jembrana digigit anjing. Setelah mengigit, anjing itu ditemukan mati.

Sampel otak anjing lalu dikirimkan ke laboratorium di Denpasar. Sore kemarin hasilnya keluar dan dinyatakan positif rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jembrana, dr Putu Suasta mengatakan, empat warga tersebut tergigit anjing milik warga Banjar Tengah. Peristiwa ini terjadi Minggu (9/6/2019) sore.

"Ada empat orang yang tergigit. Sampel otak sudah dikirim ke Denpasar (dua hari lalu) dan poistif rabies," ucap Suasta, Selasa (11/6/2019).

Dinas Kesehatan Jembrana mendatangi lokasi kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Senin (10/6/2019).
Dinas Kesehatan Jembrana mendatangi lokasi kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Senin (10/6/2019). (Dinas Kesehatan Jembrana)

Pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk penanganan pasien yang tergigit.

Satu warga sesuai nota kontrol yg dikeluarkan puskesmas II Negara sudah diberikan vaksin anti rabies (VAR) pertama sesaat setelah digigit.

Sedangkan tiga lainnya sudah dilakukan penanganan dengan memberikan VAR di RSU Negara.

"Empat korban gigitan sudah dapat VAR pertama," jelasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterine (Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, drh I Wayan Widarsa mengatakan, anjing mati usai menggigit.

"Tim kami sudah ambil sampel," katanya.

Dari data yang dihimpun, kasus gigitan di Tuwed merupakan kasus gigitan anjing positif rabies ke-6 selama 2019. 

Widarsa mengatakan, lima dari enam ekor anjing yang dinyatakan positif rabies selama lima bulan terakhir merupakan anjing liar.

"Kami sebelumnya kan sudah melakukan vaksin massal. Nah pemilik itu mengakui bahwa memang anjing miliknya tidak divaksin karena tidak ada di rumah. Hanya dua dari tiga anjing milik orangnya itu yang divaksin," paparnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved