Empat Desa di Nusa Penida Blank Spot, Provider Masih Enggan Berinvestasi di Nusa Penida

Perkembangan pariwisata di Kecamatan Nusa Penida ternyata belum didukung dengan sarana telekomunikasi yang memadai

Empat Desa di Nusa Penida Blank Spot, Provider Masih Enggan Berinvestasi di Nusa Penida
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi wilayah di Desa Sekartaji, Nusa Penida, Rabu (12/6/2019). Desa Sekartaji menjadi salah satu desa di Klungkung yang masih mengalami blank spot, atau sama sekali belum terjangkau sinyal telekomunikasi. Empat Desa di Nusa Penida Blank Spot, Provider Masih Enggan Berinvestasi di Nusa Penida 

Empat Desa di Nusa Penida Blank Spot, Provider Masih Enggan Berinvestasi di Nusa Penida

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Perkembangan pariwisata di Kecamatan Nusa Penida ternyata belum didukung dengan sarana telekomunikasi yang memadai.

Hingga saat ini, sekitar 75 persen wilayah di Nusa Penida masih mengalami kesulitan sinyal komunikasi.

Bahkan ada empat desa di Nusa Penida yang masih blank spot, atau sama sekali tidak terjangkau sinyal telekomunikasi.

"Kalau di Klungkung daratan, wilayah kesulitan sinyal ada di beberapa wilayah seperti di Gelogor, Desa Pikat. Sementara wilayah paling banyak kesulitan sinyal ada di Kecamatan Nusa Penida," ujar Kadis Komunikasi dan Telekomunikasi Klungkung, I Wayan Parna saat ditemui di kantornya, Rabu (12/6/2019).

Dari jumlah 16 desa di Nusa Penida, ada 4 desa yang masih mengalami blank spot.

Wilayah itu antara lain Desa Sekartaji, Desa Suwana, Desa Klumpu dan Desa Batukandik.

Baca: 185 Peserta IFC 2019 Perebutkan Hadiah Rp 1 Miliar, Pemenang Diumumkan Akhir Bulan Ini

Baca: TRIBUN WIKI - Alamat Toko Buku Togamas yang Ada di Kota Denpasar dan Singaraja

Walaupun saat ini telah dibangun 22 menara BTS (Base Transceiver Station) di Nusa Penida, namun tetap saja empat wilayah tersebut sama sekali masih belum terjangkau sinyal komunikasi.

"Ada beberapa masalah yang menjadi kendala mengapa wilayah di Nusa Penida sangat sulit mendapatkan sinyal. Selain karena masih minimnya penyedia telekomunikasi yang mau membangun tower operator selular, juga karena banyaknya lahan kosong untuk membangun tower tapi tidak di dukung akses infrastruktur jalan yang memadai. Sehingga perangkat telekomunikasi juga sulit dibangun," jelas Wayan Parna.

Menurut Wayah Parna, perusahaan telekomunikasi (provider) masih enggan untuk berinvestasi di Nusa Penida.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved