Gelombang Tinggi, Balawista Badung Pasang Tanda Peringatan Bahaya di Sejumlah Titik di Pantai Kuta

Peringatan gelombang tinggi 4 hingga 6 meter terjadi di wilayah Selat Bali dan Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Gelombang Tinggi, Balawista Badung Pasang Tanda Peringatan Bahaya di Sejumlah Titik di Pantai Kuta
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Gelombang Tinggi, Balawista Badung Pasang Tanda Peringatan Bahaya di Sejumlah Titik di Pantai Tinggi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Beberapa hari terakhir kondisi ombak di Pantai Kuta dan sejumlah pantai lainnya di Bali cukup tinggi.

BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di sejumlah wilayah di pesisir Indonesia pada Senin (10/6/2019) lalu.

Peringatan gelombang tinggi 4 hingga 6 meter terjadi di wilayah Selat Bali dan Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Menyikapi kondisi ombak yang tinggi, Balawista Badung memasang peringatan di sejumlah titik di Pantai Kuta agar wisatawan tidak berenang di zona arus yang deras.

"Karena ombak yang cukup tinggi, beberapa hari terakhir kita lebih intens kepada pencegahan. Di beberapa titik di sepanjang Pantai Kuta kita sudah pasang bendera sebagai tanda. Wisatawan hanya diperbolehkan berenang di daerah yang diberi tanda bendera berwarna merah kuning, karena ini zona aman untuk berenang," kata salah seorang Petugas Balawista Badung, Wayan Suyadnya.

Meski ombak cukup tinggi, Rabu (12/6/2019) sore terlihat sejumlah wisatawan tetap berselancar.

"Kalau yang main surfing masih banyak. Malah sebagaian peselancar senang dengan ombak yang tinggi. Kalau mau main di zona yang ada arus masih aman, karena pakai alat (papan selancar)," kata Wayan Suyadnya.

"Tapi tidak diperbolehkan bermain surfing di daerah yang diberi tanda bendera warna merah dan kuning, karena bisa membahayakan pengunjung yang berenang. Karena di papan selancar itu kan ada seperti sirip dibagian bawah, itu berbahaya untuk yang berenang, kalau kena di bagian tubuh bisa terluka, tambah Wayan Suyadnya.

Balawista Badung juga selalu siap dengan petugas dan peralatan di sekitar Pantai, apabila terjadi sesuatu pada pengunjung.

"Peralatan semuanya sudah disiapkan. Seperti jet sky. Apalagi kalau gelombang tinggi lebih mudah pakai jet sky. Petugas Balawista juga selalu ada yang jaga, kalau  pagi dua orang, kalau sore tiga sampai empat orang. Karena biasanya pengunjung pantai sore hari lebih banyak," kata Wayan Suyadnya.(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved