Hidropande Pompa Air Karya Semeton Bali, Satu Pompa Bisa Penuhi Kebutuhan Air 200 KK

Satu pompa Hidropande karya Pande Mangku Nyoman Merdana bisa mencukupi kebutuhan air 200 KK dijual seharga Rp 75 juta

Hidropande Pompa Air Karya Semeton Bali, Satu Pompa Bisa Penuhi Kebutuhan Air 200 KK
Tribun Bali/Putu Supartika
Pande Mangku Nyoman Merdana saat memasang pompa ciptaannya, Hidropande, di Kesiman, Denpasar, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perawakannya kurus. Tubuhnya agak jangkung. Tapi otaknya encer. Lelaki kelahiran Sepang, Buleleng, Desember 1970 ini mampu menciptakan sebuah pompa air tanpa menggunakan tenaga listrik maupun BBM.

Sosok lelaki pencipta pompa air ini bernama Pande Mangku Nyoman Merdana. Hasil karyanya ia beri nama Hidropande, dengan kata Pande yang merupakan nama panggilannya.

Pande mulai melakukan riset untuk pembuatan pompa ini tahun 2016, dan tahun 2017 karyanya mendapat Hak Paten atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual.

Hingga kini, pompa miliknya telah terpasang di hampir 32 titik untuk swasta, perorangan, maupun dengan dana desa.

Terakhir ia memasang pompanya di areal Pura Mutering Jagat, Kesiman, Denpasar.

Ketika ditemui di lokasi pemasangan pompa di Kesiman, Selasa (11/6/2019), Pande menceritakan awal mulanya ia menciptakan pompa yang ramah lingkungan ini.

Sebelum memutuskan untuk membuat pompa, ia bekerja menjadi tenaga ahli di Petrokimia Cilegon, Banten, selama enam tahun.

Tahun 2001 ia bekerja sebagai tenaga ahli di Abudabi National Oil Company (ADNOC), Uni Emirat Arab, dan memutuskan mulih ke Bali tahun 2008.

Setelah di Bali ia membuat usaha di bidang properti dan kontraktor. Hingga akhirnya tahun 2016 ia pun berpikir untuk membuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat dengan kemampuan yang dimilikinya.

“Saya lihat masyarakat Bali banyak kekurangan air saat musim kemarau. Kemudian muncul niat saya menciptakan sesuatu yang mampu memakmurkan masyarakat. Saya berpikir betapa senangnya masyarakat kalau saya bisa mencipakan sebuah alat yang mampu bawa air dari bawah ke atas tanpa energi apapun. Karena sesuai medan di Bali, air berlimpah di bawah, sementara di atas kering,” kata lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional Malang tahun 1994 ini.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved