Papan Peringatan Tergerus Material Piroklastik, Nyawa Kadek Yoga Melayang di Kubangan Maut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bakal melakukan pengecekan terhadap setiap kubangan di Eks Galian C di Klungkung

Papan Peringatan Tergerus Material Piroklastik, Nyawa Kadek Yoga Melayang di Kubangan Maut
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
KUBANGAN MAUT - Polisi meninjau kubangan di eks Galian C Desa Jumpai lokasi tenggelamnya Kadek Merta Yoga, Selasa (11/6/2019). Papan Peringatan Tergerus Material Piroklastik, Nyawa Kadek Yoga Melayang di Kubangan Maut 

Papan Peringatan Tergerus Material Piroklastik, Nyawa Kadek Yoga Melayang di Kubangan Maut

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bakal melakukan pengecekan terhadap setiap kubangan di Eks Galian C di Klungkung.

Hal ini dilakukan setelah kubangan bekas aktivitas penambangan pasir di eks Galian C di Desa Jumpai, Senin (10/6/2019), merenggut nyawa I Kadek Merta Yoga (6).

"Sebelumnya, korban terakhir meninggal di kubangan eks Galian C terjadi sekitar tahun 2017 lalu. Kami lalu tindaklanjuti dengan pengecekan kubangan yang kerap menimbulkan korban jiwa. Sebelum erupsi Gunung Agung, ada puluhan kubangan yang lokasinya di wilayah Gunaksa, Tangkas, dan Jumpai," ujar Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, Selasa (11/6/2019).

Setelah melalukan pengecekan, BPBD menindaklanjutinya dengan memasang papan peringatan di setiap jalan menuju pintu masuk di setiap kubangan.

Baca: Sapu Bersih! Gunawan Fokus Jelang Lawan PSIS Semarang

Baca: Muzdalifah Singgung Banyak Yang Goda Fadel Islami, Saat Dipanggil Sayang Begini Responnya

Namun usai erupsi Gunung Agung, sebagain besar kubangan telah kembali tertutup material piroklastik.

Hanya saja, BPBD belum mengecek lebih detail apakah masih ada kubangan tersisa di eks Galian C, usai erupsi gunung berapi yang masih bergolak tersebut.

"Nanti akan kami cek lagi, termasuk papan peringatan apakah masih. Khususnya di kubangan eks Galisn C yang memakan korban. Kami akan kembali pasang papang peringatan," jelas Widiada.

Papan peringatan yang akan dipasang berisikan informasi jika kawasan Eks Galian C merupakan kawasan rawan kecelaaan terseret arus.

Baca: Kurangi Plastik Bareng Perkushi, Gaungkan Isu Lingkungan Lewat Event Reduce

Baca: Dewan Ancam Sampaikan ke KPK, Pertanyakan Dermaga Gunaksa Hilang dari RPJMD

BPBD juga memberikan keterangan, jika di wilayah tersebut merupakan wilayah berarus deras, dasar sungai yang berlumpur, dan diimbau untuk tidak beraktivitas di kubangan Eks Galian C yang berada di hilir Sungai Unda.

Diberitakan sebelumnya, I Kadek Merta Yoga meninggal dunia setelah tenggelam di eks Galian C Desa Jumpai.

Yoga tenggelam ketika bermain bersama temannya, Pande di kubangan yang memiliki kedalamam sekitar 1,5 meter tersebut.

Proses pencarian terhadap korban memakan waktu satu jam hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved