Sosialisasi Bahaya Balon Udara, Ditjen Hubud dan AirNav Indonesia Gelar Festival Balon Udara

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama dengan AirNav Indonesia menyelenggarakan Festival Balon Udara di Ponorogo dan Pekalongan

Sosialisasi Bahaya Balon Udara, Ditjen Hubud dan AirNav Indonesia Gelar Festival Balon Udara
istimewa
Suasana Festival Balon Udara di Pekalongan Jawa Tengah yang digelar Ditjen Hubud dan AirNav Indonesia bersama stakeholder lain. 

TRIBUN BALI.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama dengan AirNav Indonesia menyelenggarakan Festival Balon Udara di Ponorogo dan Pekalongan, Rabu (12/6/2019).

Festival ini bertujuan untuk melestarikan tradisi masyarakat Pekalongan dalam menyambut bulan Syawal, selain itu guna melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat keselamatan dan keamanan penerbangan.

Hal ini disampaikan Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti melalui keterangan resminya yang diterimatribunbali.com.

Festival Balon Udara di pekalongan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Dirut AirNav Indonesia Novie Riyanto, Walikota Pekalongan M. Saelany Machfidz, Ketua KNKT Soerjanto Tjahyono Anggota Ombudsman Alvien Lie, Kapolres Pekalongan kota Ferry Sandy Sitepu, Dandim 0710 pekalongan letkol inf arfan, mewakili Dandim 0736 batang, dan Plt. Kepala OBU Wil. III Nafhan Syahroni.

Sedangkan kegiatan di Ponorogo turut dihadiri oleh Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Widyargo Ikoputra, Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, Kepala Dinas Perhubungan Ponorogo, Djunaidi, Direktur Teknik Perum LPPNPI, Ahmad Nurdin Aulia dan Tenaga Ahli Keudaraan KNKT, Urip Usmono.

"Festival ini diharapkan dapat menjadi sarana maupun acuan bagi masyarakat untuk tetap dapat melestarikan budaya menerbangkan balon udara tanpa harus mengesampingkan keselamatan masyarakat yang lainnya," ungkap Polana.

Sebagaimana diketahui, melalui PM 40 tahun 2018, pemerintah telah mengakomodir penggunaan balon udara sebagai budaya masyarakat dengan sejumlah ketentuan. 

Ketentuan tersebut diantaranya adalah, ukuran balon maksimal diameter 4 meter dan tinggi 7 meter, tidak diterbangkan bebas namun harus ditambatkan dengan tali, dan juga izin kepada kepolisian, otoritas bandara dan pemerintah daerah.

Dalam festival tersebut pun diadakan lomba fotografi dengan hadiah uang tunai Rp 10 juta dan door prize menarik lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, Rabu (5/6/2019), penerbangan di Indonesia mengeluhkan 28 kasus balon udara.

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved