40 Bidan Dilatih Gunakan Metode Kanguru untuk Penanganan Kasus BBLR dan Asfiksia

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, Luh Sri Armini menjelaskan bahwa fenomena BBLR dan Asfiksia merupakan fenomena kelahiran bayi yang sering kali terjadi

40 Bidan Dilatih Gunakan Metode Kanguru untuk Penanganan Kasus BBLR dan Asfiksia
Istimewa/Dinkes Denpasar
Seorang bidan saat mendapatkan pelatihan Metode Kanguru mencegah kasus BBLR dan Asfiksia di UPTD 1 Puskesmas Denpasar Timur, Kamis (13/6/2019). 40 Bidan Dilatih Gunakan Metode Kanguru untuk Penanganan Kasus BBLR dan Asfiksia 

40 Bidan Dilatih Gunakan Metode Kanguru untuk Penanganan Kasus BBLR dan Asfiksia

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Bayi Baru Lahir Kekurangan Oksigen (Asfiksia) masih menjadi momok bagi setiap ibu di proses persalinan.

Tentu kasus ini bisa diminimalisasi terutama melalui penguatan pada tenaga kesehatan khususnya bidan.

Dinas Kesehatan Kota Denpasar kali ini memberikan orientasi dan pelatihan guna memaksimalkan penanganan kasus BBLR dan Asfiksia.

Orientasi ini menyasar 40 bidan di Denpasar yang terdiri dari Koordinator Bidan Puskesmas, Bidan Pembantu hingga Praktik Mandiri Bidan (PMB).

Baca: PPDB Tingkat SMA/SMK Dimulai 26 Juni 2019, Disdik Bali Buka Posko Informasi PPDB

Baca: Impor 2 Kg Hashish dari India, WN Jerman Divonis 10 Tahun Penjara

Orientasi digelar sejak 11 - 13 Juni 2019 di UPTD Puskesmas I Denpasar Timur.

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, Luh Sri Armini menjelaskan bahwa fenomena BBLR dan Asfiksia merupakan fenomena kelahiran bayi yang sering kali terjadi di semua daerah Indonesia.

Namun, pemahaman tenaga medis dalam melakukan penanganan kasus ini masih kurang.

"Dengan kondisi demikian, tenaga medis wajib mengatahui tindakan apa yang harus dilaksanakan, sehingga bayi yang lahir dengan BBLR dapat tumbuh dengan baik," jelasnya.

Baca: Selundupkan 99 Kapsul Berisi Sabu Diganjar 17 Tahun Penjara, WN Tanzania Langsung Menerima

Baca: Satpol PP Amankan 38 Duktang Tanpa Identitas, 24 Orang Terjaring di Terminal Mengwi

Lebih lanjut, materi yang disampaikan selain pengenalan BBLR dan Asfiksia yakni adalah pelatihan Metode Kanguru.

Metode ini dilakukan dengan cara menempelkan tubuh bayi kepada tubuh sang ibu guna mengontrol suhu tubuh bayi.

"Metode Kanguru ini adalah upaya pertama yang dapat dilaksanakan dalam penanganan BBLR dan Asfiksia guna menjaga stabilitas suhu tubuh bayi," paparnya.

Dengan pelaksanaan orientasi bidan ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan serta kompetensi bidan dalam penanganan kegawatdaruratan yang salah satunya adalah BBLR dan Asfiksia ini.

"Tentunya dari orientasi ini kami berharap bidan di Kota Denpasar semakin berkompeten dalam menangani kasus kegawatdaruratan, rujukan, BBLR dan Asfiksia,'' harapnya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved