Dishub Buleleng Minta Permohonan Hibah Kapal Kembali Ditindaklanjuti

Dinas Perhubungan Buleleng mendorong pemprov menindaklanjuti permohonan hibah kapal pelayaran rakyat kepada Kementerian Perhubungan RI

Dishub Buleleng Minta Permohonan Hibah Kapal Kembali Ditindaklanjuti
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Perhububgan Buleleng, Gede Gunawan AP. Dishub Buleleng Minta Permohonan Hibah Kapal Kembali Ditindaklanjuti 

Dishub Buleleng Minta Permohonan Hibah Kapal Kembali Ditindaklanjuti

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Mengingat Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, asetnya telah diserahkan kepada pemerintah provinsi, Dinas Perhubungan Buleleng pun mendorong agar pemprov menindaklanjuti permohonan hibah kapal pelayaran rakyat kepada Kementerian Perhubungan RI.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP dikonformasi Kamis (13/6/2019) mengatakan, kapal pelayaran rakyat sangat dibutuhkan di Buleleng.

Mengingat selama ini baik masyarakat maupun nakhoda kapal barang yang bersandar di Pelabuhan PPI Sangsit bermain kucing-kucingan alias secara sembunyi-sembunyi menaikkan penumpang gelap saat bertolak ke Kepulauan Sapeken, Madura, Jawa Timur.

Baca: Jokowi Akan Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah pada Warga Bali, Bangli Dipilih Jadi Lokasi Penyerahan

Baca: Besok Jokowi Kunjungi Gianyar, Tinjau Pembangunan Pasar Seni Sukawati

Pihaknya, sebut Gunawan, sudah sempat mengajukan permohonan hibah kapal pelayaran rakyat ke Kementerian Perhubungan RI pada 2017 lalu.

Saat itu pihaknya meminta agar pemerintah pusat dapat menghibahkan sebanyak dua unit kapal dengan spesifikasi 35 GT, berpenumpang 20 hingga 25 orang, serta mampu mengangkut barang seberat 20 ton.

Atas permohonan itu, pihak kementerian diakui Gunawan sejatinya telah memberikan respons.

Namun saat itu kementerian memberikan syarat harus ada koperasi dari kelompok nelayan untuk mengelola.

Baca: Kunjungan Wisman ke Tenganan Pegringsingan Diprediksi Naik 2 Kali Lipat Saat Puncak Usaba Sambah

Baca: Akses Medsos Dikabarkan Akan Dibatasi Lagi Saat Sidang MK, Ini Isyarat Menkominfo

Namun saat itu, imbuh Gunawan, di wilayah Sangsit tidak terdapat koperasi dari kelompok nelayan.

Sehingga hibah kapal pun dibatalkan.

Untuk itu, mengingat kapal pelayaran rakyat sangat dibutuhkan, Gunawan mengaku telah menyerahkan kembali proposal permohonan hibah kapal tersebut kepada Dishub Provinsi Bali, agar ditindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan RI.

"Kalau diserahkan pada provinsi, akan berubah nanti status PPI Sangsit itu menjadi pelabuhan orang dan barang. Sehingga legal ketika memuat penumpang. Kadishub Bali juga katanya akan mengkoordinasikan dulu dengan Dinas Kelautan Provinsi," tuturnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved