Meski Pergerakan Penumpang Musim Lebaran 2019 Turun, Bandara Ngurah Rai Tetap Catatkan Hasil Positif

Bandara I Gusti Ngurah Rai catatkan pergerakan penumpang yang cukup positif dibandingkan bandara lainnya di Indonesia

Meski Pergerakan Penumpang Musim Lebaran 2019 Turun, Bandara Ngurah Rai Tetap Catatkan Hasil Positif
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Meski Pergerakan Penumpang Musim Lebaran 2019 Turun, Bandara Ngurah Rai Tetap Catatkan Hasil Positif 

Meski Pergerakan Penumpang Musim Lebaran 2019 Turun, Bandara Ngurah Rai Tetap Catatkan Hasil Positif

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Selama periode angkutan mudik Lebaran 2019, Bandara I Gusti Ngurah Rai catatkan pergerakan penumpang yang cukup positif dibandingkan bandara lainnya di Indonesia.

Meskipun terdapat penurunan baik keberangkatan maupun kedatangan domestik dan internasional, namun tidak signifikan yaitu rata-rata menurun 9 persen secara pergerakan penumpang.

Hal ini disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono, Kamis (13/6/2019), saat menghadiri halal bihalal stakeholder bandara.

“Secara umum ada penurunan pergerakan pesawat rata-rata 5 persen selama angkutan Lebaran 2019. Dari sisi pergerakan penumpang menurun 9 persen,” imbuh Haruman.

Meskipun demikian angka rata-rata pergerakan penumpang dan pergerakan pesawat menurut Haruman masih diatas angka rata-rata normal.

Baca: Koster Ingatkan Duktang Harus Punya Kompetensi & Profesi, Jika Tak Jelas Akan Dipulangkan

Baca: 1.174 Personel Gabungan TNI/Polri Apel Konsolidasi Ops Ketupat Agung 2019 di Lapangan Niti Mandala

“Rata-rata pergerakan pesawat dan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai masih diatas rata-rata normal, meskipun dibandingkan tahun lalu angkanya menurun,” ungkapnya.

Saat disinggung faktor penyebab menurunnya pengguna jasa transportasi udara, Haruman menilai secara kesuluruhan penurunan pergerakan penumpang di Angkasa Pura I (Persero) karena jalan tol di sejumlah Pulau Jawa telah rampung.

“Mungkin karena tol di Pulau Jawa selesai dan masyarakat ingin mencobanya sehingga menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur darat. Kedua, mungkin masyarakat memperhitungkan biaya mudik jalur darat dengan udara karena harga tiket pesawat dikenakan mencapai tarif batas atas,” papar Haruman.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved