Peran Menteri Lukman dalam Kasus Suap Jual-Beli Jabatan Diungkap Sekjen Kemenag

Kholis sempat melaporkan rekomendasi itu kepada Lukman. Namun, direspons Lukman hanya sebatas mendalami.

Peran Menteri Lukman dalam Kasus Suap Jual-Beli Jabatan Diungkap Sekjen Kemenag
Tribunnews.com
Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. 

Peran Menteri Lukman dalam Kasus Suap Jual-Beli Jabatan Diungkap Sekjen Kemenag

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Nur Kholis Setiawan, mengungkap peran Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dalam kasus suap jual-beli jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Menurut Nur Kholis, Lukman mengintervensi agar memasukkan nama Haris Hasanuddin, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Jawa Timur, sebagai peserta yang masuk 3 besar calon Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Upaya intervensi itu berawal pada 29 Januari 2019, Kholis mengatakan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengirim surat ke Kemenag untuk meminta menteri selaku PPK untuk tidak meloloskan dan melantik Haris sebagai Kakanwil Jatim.

Hal ini, karena Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin PNS. Sementara salah satu syarat untuk mendaftar sebagai kakanwil tidak pernah dijatuhi sanksi.

Kholis sempat melaporkan rekomendasi itu kepada Lukman. Namun, direspons Lukman hanya sebatas mendalami.

Kholis mengatakan dari sebelum proses penetapan dan pelantikan, sebenarnya Menag Lukman sudah cenderung memilih Haris.

Lukman tetap memerintahkan panitia seleksi memasukkan nama Haris.

Alasannya, Haris pernah menjabat Pelaksana tugas Kakanwil Kemenag Jatim dan Lukman mengetahui kompetensi yang bersangkutan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat akan membuka konferensi pers usai Sidang Isbat Awal Syawal 1440 H di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2019).

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved