PPDB Tingkat SMA/SMK Dimulai 26 Juni 2019, Disdik Bali Buka Posko Informasi PPDB

Dinas Pendidikan telah melaksanakan sosialisasi ke kabupaten/kota se Bali, orangtua siswa termasuk juga membuka posko informasi PPDB

PPDB Tingkat SMA/SMK Dimulai 26 Juni 2019, Disdik Bali Buka Posko Informasi PPDB
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa. PPDB Tingkat SMA/SMK Dimulai 26 Juni 2019, Disdik Bali Buka Posko Informasi PPDB 

PPDB Tingkat SMA/SMK Dimulai 26 Juni 2019, Disdik Bali Buka Posko Informasi PPDB

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 segera dimulai.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan untuk menyukseskan pelaksanaan PPDB, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi ke kabupaten/kota se Bali, orangtua siswa termasuk juga membuka posko informasi PPDB.

Posko informasi PPDB tersebut ditujukan bagi calon siswa dan orangtua yang belum paham dan mengerti mengenai mekanisme PPDB 2019.

“Kami persilakan datang ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk tahu lebih jelas mengenai proses PPDB terkait dengan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru,” kata Boy saat ditemui di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Kamis (13/6/2019).

Selanjutnya, kata Boy, Disdik juga sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, serta mengumpulkan kepala sekolah dan orangtua siswa di Aula Disdik Provinsi Bali.

Baca: Impor 2 Kg Hashish dari India, WN Jerman Divonis 10 Tahun Penjara

Baca: Selundupkan 99 Kapsul Berisi Sabu Diganjar 17 Tahun Penjara, WN Tanzania Langsung Menerima

“Penerimaannya mulai tanggal 26 (Juni 2019, red) untuk jalur prestasi dan perpindahan orangtua. Selanjutnya tanggal 28 (Juni 2019, red) mulai zonasinya,” tuturnya.

Mengenai PPDB tingkat SMA/SMK, terdapat beberapa persyaratan umum yang mesti dipenuhi oleh siswa, antara lain pertama, berusia paling tinggi 21 tahun pada 1 Juli 2019. 

Kedua, memiliki Kartu Keluarga paling singkat 6 bulan sebelum pelaksanaan PPDB atau dapat diganti dengan surat pernyataan keterangan domisili dari orangtua/wali dilegalisasi oleh Kepala dusun dan Kepala desa/lurah setempat, yang menyatakan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 6 bulan sejak diterbitkannya surat keterangan domisili.

Ketiga, melampirkan surat pernyataan orangtua/wali murid bermeterai Rp 6.000 bahwa semua dokumen yang dilampirkan adalah benar, dan apabila terbukti tidak benar harus bersedia diproses secara hukum serta dikeluarkan dari sekolah.

Baca: Satpol PP Amankan 38 Duktang Tanpa Identitas, 24 Orang Terjaring di Terminal Mengwi

Baca: Diperkirakan 850 Warga Tamanbali Akan Hadiri Pembagian Sertifikat Tanah oleh Jokowi

Adapun jalur PPDB yang bisa diikuti oleh siswa adalah untuk tingkat SMA terdiri dari jalur zonasi (minimal 90 persen), jalur prestasi (maksimal 5 persen) dan jalur perpindahan orangtua/wali (maksimal 5 persen). 

Untuk jalur zonasi, yang bisa mendaftar adalah anak yang memiliki jarak rumah dekat dengan sekolah, anak banjar adat/desa adat yang memiliki perjanjian dengan pihak sekolah, anak dari keluarga tidak mampu dan anak inklusi.

Sedangkan PPDB tingkat SMK menggunakan jalur reguler yang terdiri dari anak banjar adat/desa adat yang memiliki perjanjian dengan sekolah, anak dari keluarga tidak mampu dan anak inklusi.

Seleksi dilakukan dengan mengakumulasi nilai UN (60%) dan pembobotan sertifikat prestasi hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non akademik sesuai dengan bakat dan minat pada tingkat internasional, nasional, provinsi dan kabupaten/kota (40%). (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved