Rawat Kerukunan di Bali, Ratusan Umat Beragama Ikuti Talk Show di Gereja Katedral Denpasar

Ratusan umat agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu mengikuti talk show di Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar

Rawat Kerukunan di Bali, Ratusan Umat Beragama Ikuti Talk Show di Gereja Katedral Denpasar
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Suasana talk show membangun dan merawat kerukunan dalam keberagaman di Indonesia, di Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar, Kamis (13/6/2019). Rawat Kerukunan di Bali, Ratusan Umat Beragama Ikuti Talk Show di Gereja Katedral Denpasar 

Rawat Kerukunan di Bali, Ratusan Umat Beragama Ikuti Talk Show di Gereja Katedral Denpasar

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ratusan umat agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu mengikuti talk show di Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar, Kamis (13/6/2019).

Talk show ini mengangkat tema membangun dan merawat kerukunan dalam keberagaman di Indonesia.

"Fenomena disintegrasi bangsa, ancaman munculnya gerakan fundamentalisme maupun fanatisme yang berlebihan dari kelompok tertentu menjadi tantangan nyata yang kita hadapi saat ini. Fenomena, ancaman dan tantangan ini harus sedini mungkin dicegah, bila perlu dilawan dengan cara mempererat persatuan, kerukunan dan persaudaraan sejati diantara anak bangsa," kata Pastor Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, RD Herman Yoseph Babey.

Baca: Bentara Budaya Bali Gelar Obituari Perupa Made Supena

Baca: 40 Bidan Dilatih Gunakan Metode Kanguru untuk Penanganan Kasus BBLR dan Asfiksia

Talk show ini menghadirkan pembicara dari Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia dan Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Komisi HAK Keuskupan Denpasar Romo Paskalis Nyoman Widastra SVD dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Denpasar H Mustafa Al Amin.

Setiap pembicara menyampaikan pandangan dari sisi agama mengenai kerukunan sebagai mahluk sosial dan menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Kegiatan ini diharapkan menjadi perekat antar umat beragama, dan membangun serta merawat kerukunan dimulai dari diri pribadi.

Baca: PPDB Tingkat SMA/SMK Dimulai 26 Juni 2019, Disdik Bali Buka Posko Informasi PPDB

Baca: Impor 2 Kg Hashish dari India, WN Jerman Divonis 10 Tahun Penjara

"Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran kita akan pentingnya hidup bersama sebagai satu bangsa tanpa berkotak-kotak oleh perbedaan. Dan menjadi inspirasi bagi kita untuk melihat sesama sebagai saya yang lain tanpa dihalangi oleh sekat perbedaan yang ada. Saya mengajak kita supaya membangun dan merawat kerukunan dimulai dari diri masing-masing. Inilah Bali yang tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga kekuatan harmonisasi relasi antara dengan Allah, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam semesta," kata RD Herman Yoseph Babey.

Jika pada umumnya pembukaan kegiatan dilakukan dengan pemukulan gong, kegiatan ini dibuka dengan bernyanyi bersama lagu Pancasila rumah kita.(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved