Tak Seperti yang Diberitakan, Begini Pengakuan Dokter Seusai Otopsi Jasad Korban G30S/PKI

Dalam buku "Soeharto Bagaimana Ia Bisa Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun ?" karangan Peter Kasenda disebutkan, beberapa jam setelah pengangkatan

Tak Seperti yang Diberitakan, Begini Pengakuan Dokter Seusai Otopsi Jasad Korban G30S/PKI
Tribun Timur
1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila Ternyata Ini Sejarahnya Dimulai dari G30S/PKI 

Tak Seperti yang Diberitakan, Begini Pengakuan Dokter Saat Otopsi Jasad Korban G30S/PKI di Lubang Buaya

TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa G30S/PKI meletus pada September 1965.

Bangsa Indonesia tentunya sulit untuk melupakan peristiwa tersebut.

Sebab, peristiwa itu telah memakan korban sejumlah jenderal TNI.

Para jenderal tersebut diculik saat meletusnya peristiwa tersebut.

Mereka kemudian dibawa ke sebuah daerah di Lubang Buaya, Jakarta.

Di tempat itu, para jenderal tersebut mengalami siksaan hingga tewas.

Seusai tewas, jenazah mereka kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua.

Dalam buku "Soeharto Bagaimana Ia Bisa Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun ?" karangan Peter Kasenda disebutkan, beberapa jam setelah pengangkatan jenazah para korban G30S di Lubang Buaya, Soeharto mengeluarkan perintah pembentukan tim forensik.

Tim tersebut terdiri dari Brigjen dr Roebiono Kertopati, dan Kolonel dr Frans Pattiasina.

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved