Pria Gadaikan Istrinya Rp 250 Juta, Sang Istri Tak Kembali ke Pelukan, Berakhir dengan Pembunuhan

Pria Gadaikan Istrinya Rp 250 Juta, Sang Istri Tak Kembali ke Pelukan, Berakhir dengan Pembunuhan

Pria Gadaikan Istrinya Rp 250 Juta, Sang Istri Tak Kembali ke Pelukan, Berakhir dengan Pembunuhan
YouTube
Ilustrasi 

Hori meminjam uang kepada Hartono (40) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Lumajang sebesar Rp 250 juta dengan jaminan istrinya, R (35).

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban saat menginterogasi Hori, tersangka yang membacok korban salah sasaran hingga tewas, akibat dipicu hutan Rp 250 juta dengan jaminan gadaikan istri sendiri, Kamis (13/6/2019).
Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban saat menginterogasi Hori, tersangka yang membacok korban salah sasaran hingga tewas, akibat dipicu hutan Rp 250 juta dengan jaminan gadaikan istri sendiri, Kamis (13/6/2019). (TRIBUNMADURA/IST)

"Terlepas dari kasus pembunuhan itu tersebut, ini benar-benar membuat saya kaget. Ini baru pertama saya tahu sejak saya bertugas di Lumajang ada suami yang tega menjadikan istrinya sebagai jaminan utang. Akal sehatnya di mana? Masak istri sendiri dianggap sebagai barang yang bisa dipindah tangankan begitu saja," ujar Arsal, Kamis (13/6/2019).

Karenanya, untuk menguak masalah tersebut Arsal berjanji akan memanggil semua pihak yang ada kaitannya dengan kasus ini.

Saat ini polisi sudah menangkap Hori dan meminta keterangan darinya. Pihak lain yang akan dipanggil adalah istri Hori, R, juga penerima gadai, Hartono.

"Semuanya akan kami panggil. Saya benar-benar ingin mengetahui bagaimana persoalan ini bisa terjadi. Ini soal moral, soal etika, masalah sosial, bukan sekadar masalah pembunuhan atau pinjam meminjam uang. Dan kejadian semacam ini tidak boleh terjadi lagi di Lumajang," ungkapnya.

Kondisi Sang Istri

Utang piutang duit itu sudah terjadi setahun lalu.

Istri yang dijadikan jaminan oleh Hori disebutkan tinggal bersama dengan Hartono, si penerima gadai, selama masa utang berlangsung.

"Apalagi istri pelaku kemudian tinggal bersama dengan pihak yang penerima gadai dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni hampir satu tahun," imbuh Arsal.

Penyidikan itu untuk memastikan apakah pembunuhan (yang kemudian salah sasaran) itu dilakukan memang untuk mengambil sang istri atau karena persoalan lain.

Halaman
1234
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved