Tak Percaya Perang Dunia II Berakhir, Tentara Jepang Ini Terus Berperang 29 Tahun di Hutan Filipina

Tak hanya dikubu Amerika, Jepang sebagai pihak kalah perang pun mencatatkan kisah dramatik perjuangan hidup pasukannya di belantara Filipina.

Tak Percaya Perang Dunia II Berakhir, Tentara Jepang Ini Terus Berperang 29 Tahun di Hutan Filipina
Listverse via Grid.ID
Serdadu Kempeitai Jepang. 

TRIBUN-BALI.COM -- Pecahnya Perang Dunia kedua di front Pacifik banyak menyisakan kisah tragis dan heroik. 

Tak hanya dikubu Amerika, Jepang sebagai pihak kalah perang pun mencatatkan kisah dramatik perjuangan hidup pasukannya di belantara Filipina. 

Satu diantaranya adalah kisah perwira berpangkat Letnan Dua Hiro Onoda dari AD Jepang

Dilansir dari Kompas.com, banyak peristiwa heroik dan tak masuk akal selama Perang Dunia II, salah satunya adalah kisah Hiroo Onoda, seorang perwira AD Jepang berpangkat Letnan Dua.

Meski hanya seorang perwira menengah, Onoda menjadi legenda di Jepang setelah bertahan di hutan Filipina selama 29 tahun usai Perang Dunia II dan terus bertempur.

Dia terus bertempur karena tidak mengetahui bahwa Perang Dunia II sudah berakhir dan Jepang telah menyerah. Onoda lahir pada 19 Maret 1922 di desa Kamegawa, distrik Kaiso, prefektur Wakayama, Jepang.

Pada usia 17 tahun, Onoda merantau untuk bekerja di perusahaan dagang Tajima Yoko di Wuhan, China.

Setahun kemudian dia pulang ke Jepang dan mendaftarkan diri di pasukan infantri AD Kekaisaran Jepang. Di angkatan darat, Onoda kemudian dilatih menjadi perwira intelijen di akademi Nakado.

Setelah menyelesaikan pelatihan, pada 24 Desember 1944, dia dikirim ke Pulau Lubang di Filipina.

Di sana dia diperintahkan untuk mencegah serangan musuh, dalam hal ini Amerika Serikat, ke pulau itu.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved