Meski Sempat Mencoba Bunuh Diri, Komang Sariadi Bangkit dan dirikan PKP Women's Centre

Mencoba bangkit dari kenyataan pahit menyandang status janda diusia muda. Menjadi cemooh, direndahkan dan gunjingan dilingkungan tempat ia tinggal.

Meski Sempat Mencoba Bunuh Diri, Komang Sariadi Bangkit dan dirikan PKP Women's Centre
Instagram @kimwomenscentre
Komang Sariadi, seorang aktivis perempuan dan pendiri PKP Women's Centre di Ubud 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mencoba bangkit dari kenyataan pahit menyandang status janda diusia muda.

Menjadi cemooh, direndahkan dan gunjingan dilingkungan tempat ia tinggal.

Kehilangan berat badan dari 53 kilogram menjadi 35 kilogram dan meluapkan emosi dengan memotong rambut panjangnya ia rasakan tidak cukup.

Bahkan, keputusanaan menjalani hidup ia lakukan dengan beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.

Ibu Sari berhasil bangkit dari situasi tidak menyenangkan dengan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Namun saat itu ia niatkan hanya sebagai pelarian untuk menyibukkan diri dengan kegiatan di kampus hanya agar tidak mengingat hal yang menyakitkan.

Kepahitan hidup yang ia alami terus-menerus kemudian membuatnya mendedikasikan hidup untuk mengasuh, membantu, mendidik, dan berbagi dengan anak-anak berkebutuhan khusus dan para perempuan yang sedang berjual atau berjuang di berbagai macam isu.

Hal tersebut dibuktikan dengan bergabung dengan Kisah Inspirasi Mandiri (KIM) Foundation di Jalan Raya Tebongkang, Singakerta, Ubud, Gianyar, Bali.

Dan ia menjadi ketua Yayasan Sari Hati pada tahun 2003, sebuah yayasan untuk anak berkebutuhan khusus.

"Setelah beberapa bulan, ibu bertemu dengan banyak perempuan yang mengalami berbagai permasalahan. Mulai dari perempuan janda, perempuan mandul, single mother tetapi tidak menikah, transgender, pengidap HIV, dan banyak sekali," ungkapnya.

Bertemu dengan para perempuan dengan berbagai latar belakang membuatnya bangkit dan keluar dari kenyataan pahit yang kemudian membuatnya melakukan sesuatu yang berguna untuk orang lain.

Tidak adanya perhatian khusus untuk para perempuan di Bali khususnya, membuatnya mendapatkan ide untuk mendirikan yayasan khusus perempuan yakni PKP Women's Centre pada tahun 2008.

"Ide untuk mempertemukan perempuan ini datang dibenak ibu untuk memikirkan bagaimana cara perempuan-perempuan ini bisa bertemu dengan satu sama lain dan saling bercerita serta merasakan. Dengan begitu itu bisa menjadi natural healing," tambahnya.

Dikedua yayasan miliknya, ia mengajarkan orang tentang 3E yakni everbody is a teacher, every place us school, dan every moment is a lesson.

"Sayangnya dan bagusnya itu kita bisa belajar dari orang-orang, tempat dan situasi yang paling tidak menyenangkan. Kita memberikan kesempatan untuk semua orang untuk 2B yakni Belajar dan Berbagi untuk mendapatkan 2P yakni Pengetahuan dan Penghasilan dan untuk mendapatkan 3K yakni Kesehatan, Kebahagiaan dan Kesejahteraan," paparnya. (*) 

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved