Besok Alit Ketek Mulai Diadili, Kasus Izin Pengembangan Pelabuhan Benoa

Kejari Denpasar telah melakukan pelimpahan berkas tersangka penipuan pengurusan izin proyek Pelabuhan Benoa, AA Ngurah Alit Wiraputra

Besok Alit Ketek Mulai Diadili, Kasus Izin Pengembangan Pelabuhan Benoa
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra digiring ke ruang tahanan di Mapolda Bali, Kamis (11/4/2019). Alit ditahan setelah ditangkap di Jakarta, Kamis pagi. Besok Alit Ketek Mulai Diadili, Kasus Izin Pengembangan Pelabuhan Benoa 

Besok Alit Ketek Mulai Diadili, Kasus Izin Pengembangan Pelabuhan Benoa

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kejari Denpasar telah melakukan pelimpahan berkas tersangka penipuan pengurusan izin proyek Pelabuhan Benoa, AA Ngurah Alit Wiraputra (52) alias Alit Ketek ke PN Denpasar beberapa hari lalu.

Bahkan pengadilan telah menetapkan jadwal persidangan.

"Untuk jadwal sidang, kami sudah diinformasi oleh pihak pengadilan. Sidangnya hari Senin tanggal 17 Juni 2019," ungkap (Kadipidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta, Sabtu (15/6).

"(Berkas) Sudah dilimpahkan ke pengadilan tanggal 27 Mei 2019," tambah Eka.

Baca: Kelas, Reimas! Performa Gemilang di Laga Uji Coba, Patahkan Gempuran Pemain Timnas U-23

Baca: Vakum 10 Tahun, Bali Skinhead Jambore #5 Hadir dengan Event Seru: Sambung Rasa Sambang Saudara

Di persidangan nanti, jaksa yang menangani adalah Paulus Agung Widaryanto dan I Gede Raka Arimbawa.

Sementara majelis hakim yang menyidangkan adalah Hakim Ketua Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi, didampingi I Gusti Ngurah Partha Barghawa dan I Made Pasek.

Dalam berkas perkara, mantan ketua Kadin Bali itu disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP.

Uraian singkat pada berkas perkara menyebutkan, Sutrisno Lukito Disastro berkeinginan berinvestasi dalam pengembangan dan pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa.

Baca: Esok Verifikasi PPDB SMP Negeri di Kota Denpasar, Ini Syarat dan Langkahnya

Baca: Kondisi Lilipaly Makin Membaik, Bakal Diturunkan Kontra PSIS Semarang?

Sutrisno kemudian menghubungi Candra Wijaya agar dicarikan orang yang bisa mengurus perizinan.

Candra Wijaya menghubungi Made Jayantara hingga Sutrisno diperkenalkan dengan Alit Ketek.

Setelah terjadi kesepakatan kerja sama, secara bertahap tersangka meminta kepada korban menyerahkan uang operasional Rp 16 miliar untuk memperlancar pengurusan izin.

Namun nyatanya, Alit Ketek tidak bisa mengurus perizinan.

Tidak pernah ada penyelesaian dari tersangka Alit Wiraputra. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved