Gara-gara Rp 50 Ribu, Pemohon SIM di Bekasi Terancam Penjara 5 Tahun

BJ yang tidak lulus ujian praktik SIM roda empat berinisiatif memberikan uang Rp 50.000 kepada Aipda Budiarto dengan harapan diluluskan.

Gara-gara Rp 50 Ribu, Pemohon SIM di Bekasi Terancam Penjara 5 Tahun
kolase/tribun jatim
ilsutrasi praktik pemohom SIM dan suap Rp 50 ribu. Pemohon SIM di Polres Metropolitan Bekasi Kota ditangkap karena memberikan uang suap Rp 50.000 kepada petugas penguji. Pemohon berinisial BJ (43) akhirnya diamankan Satuan Reskrim Polrestro Bekasi Kota. 

Gara-gara Rp 50 Ribu, Pemohon SIM di Bekasi Terancam Penjara 5 Tahun

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI - Pemohon SIM di Polres Metropolitan Bekasi Kota ditangkap karena memberikan uang suap Rp 50.000 kepada petugas penguji.

Pemohon berinisial BJ (43) akhirnya diamankan Satuan Reskrim Polrestro Bekasi Kota.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, kasus penyuapan kepada petugas itu terjadi pada Sabtu (15/6/2019) pagi.

Saat itu, BJ yang tidak lulus ujian praktik SIM roda empat berinisiatif memberikan uang Rp 50.000 kepada Aipda Budiarto dengan harapan diluluskan.

Baca: Wanita Hamil Besar Harus Lebih Percaya Diri, Ini Alasannya

Baca: Kuwait dan Saudi Arabia Jadi Negara Terpanas di Dunia, Suhunya Capai 63 Derajat Celcius

Baca: Begini Cerita Orangtua Aria Permana Bocah Raksasa Asal Karawang Jelang Operasi Gelambir Kulit

Baca: Selesai Tugas 5 Tahun Anggota DPRD Tabanan Periode 2014-2019 Dapat Pesangon, Segini Jumlahnya

Baca: Pengakuan Bidan Desa di Jembrana Masukkan Timun ke Vagina, Polisi Pelototi Facebook Sang Pacar

"Awalnya dinyatakan gagal, petugas lalu meminta BJ agar mengikuti ujian susulan pada agenda berikutnya hari Sabtu (22/6/2019) mendatang. Namun, bukannya mengikuti arahan petugas, BJ malah menyelipkan uang Rp 50.000 ke kantong celana Aipda Budiarto," kata Erna, Minggu (16/6/2019).

Erna mengatakan, Aipda Budiarto menolak begitu tahu BJ memasukkan uang ke saku celananya.

Namun, BJ tetap memaksa Aipda Budiarto agar menerima uang sogokan tersebut.

Kemudian, Aipda Budiarto melaporkan hal ini ke pimpinannya, AKP Sri Indira Purnamawati.

"Oleh petugas, BJ kami amankan dan diperiksa untuk lebih lanjut," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved