Pesta Kesenian Bali

Kisah Rara Jadi Pawang Hujan di Pawai Pembukaan PKB, Didatangi Brimob & Paspampres Lalu Minta Ini

Dibalik kemeriahan dan kelancaran pelaksanaan pawai ini ada juga peran penting pawang hujan untuk menjaga dan memastikan pelaksanaan pawai lancar

Kisah Rara Jadi Pawang Hujan di Pawai Pembukaan PKB, Didatangi Brimob & Paspampres Lalu Minta Ini
Dok pribadi/RR Istiati Wulandari
Mbak Rara saat menjalankan tugasnya sebagai pawang hujan diacara Pesta Kesenian Bali di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, belum lama ini. 

Saat menjadi pawang hujan ia mengaku bersama para pemangku berdoa di Pura Taman Beji Taman Budaya Art Center untuk memohon kelancaran.

Pada pelaksanaan pawai PKB 2019 ini, Mbak Rara mengaku telah memulai ritual sejak pukul 05.30 Wita.

Ia menyalakan dupa dan menaruhnya di areal lapangan Niti Mandala Renon dekat panggung.

Sesuai pengalamannya, ia merasakan bahwa tema PKB yakni Bayu Pramana sangat terasa.

Ketika itu anginnya cukup keras.

"Saya pakai dupa, pejati, canang lalu doa biasa, ucapkan mantram Gayatri. Yang banyak datang adalah energi angin. Lalu saya melakukan meditasi, dan melakukan visualisasi pawai terlaksana dengan baik," katanya.

"Sempat datang brimob, Paspampres ke saya bilang bisa nggak nanti kan Pak Jokowi datang sampai selesai tidak hujan. Beliau ingin nyapa warga Bali, lihat tari-tarian. Saya bilang bisa dan mengajak berdoa sama-sama," imbuhnya.

Baca: Meski Digugat ke MK, Koster Ucapkan Selamat kepada Jokowi-Amin Sebagai Pemenang Pilpres

Ia mengatakan tak ada ada hal negatif yang ditemui selama menjalankan aktivitasnya karena semua orang ingin pawai sukses.

Hanya hembusan angin saja yang harus ia kontrol.

Dan sebelum melakukan tugas sebagai pawang hujan, ia selalu melihat ramalan cuaca dari BMKG.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved