Breaking News:

Wiki Bali

TRIBUN WIKI – Orang dengan 9 Penyakit Kronis Ini Dapat Pengantaran Obat Gratis dari RS Bhakti Rahayu

Tribun Bali rangkumkan sembilan jenis penyakit kronis yang diberikan pelayanan pengantaran obat gratis oleh RS Bhakti Rahayu Denpasar

Tribunnews
Ilustrasi pemeriksaan oleh dokter. TRIBUN WIKI – Orang dengan 9 Penyakit Kronis Ini Dapat Pengantaran Obat Gratis dari RS Bhakti Rahayu 

TRIBUN WIKI – Orang dengan 9 Penyakit Kronis Ini Dapat Pengantaran Obat Gratis dari RS Bhakti Rahayu

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rumah Sakit Bhakti Rahayu Denpasar memberikan pelayanan pengantaran obat gratis.

Pelayanan pengantaran obat gratis itu hanya diberikan kepada setiap orang yang menderita penyakit kronis.

Total ada sembilan jenis penyakit kronis yang dapat mendapat pelayanan pengantaran obat ini.

Lalu apa saja jenis penyakit kronis itu?

Berikut Tribun Bali rangkumkan sembilan jenis penyakit kronis yang diberikan pelayanan pengantaran obat gratis oleh RS Bhakti Rahayu Denpasar.

1. Diabetes Militus (DM)

Dilansir dari Tribun Jogja, gejala diabetes sering tak disadari.

Dua dari tiga penyandang diabetes tidak menyadari bahwa ia sedang menderita penyakit ini.

Padahal diabetes bukanlah penyakit sepele dan sering disebut silent killer.

Mengapa? Karena penyakit berbahaya ini dapat menjadi penyebab penyakit lainnya (komplikasi).

Maka tak heran apabila diabetes dapat berujung pada kematian.

Diabetes merupakan penyebab kematian terbesar ketiga dengan persentase 6,7 persen setelah jantung (12,9%) dan stroke (21,1%).

Oleh karena itu, makin cepat Anda mengetahuinya makin banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi.

2. Hipertensi

Hipertensi, seperti dikutip dari Tribun Medan, merupakan gejala penyakit yang dapat menyerang siapa saja dan 95% disebabkan faktor pola hidup yaitu kurang berolahraga, kelebihan berat badan, merokok, konsumsi minuman beralkohol, asupan Sodium berlebih akibat garam dapur, makan dalam kemasan dan penyedap masakan lain.

Baca: Warga Nantikan Pengumuman CPNS dan PPPK 2019, Formasi Dokter Spesialis Tahun Lalu Belum Terisi

Baca: Pencuri Burung Murai Batu Diamankan Polsek Ubud

Hipertensi sering juga disebut sebagai pembunuh terselubung atau penyakit terselubung (silent killer atau silent disease), karena umumnya penderita tidak mengetahui kalau dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya.

Hipertensi merupakan penyebab utama serangan jantung, stroke dan gagal ginjal yang telah menyerang di atas 20% populasi dewasa.

Berdasarkan WHO (World Health Organization) batas normal adalah 120-140 mm Hg sistolic dan 80-90 mm Hg diastolic, jadi seseorang disebut mengidap hipertensi bila tekanan darahnya selalu terbaca di atas 140/90 mm Hg.

4. Jantung

Dikabarkan Tribunnews, serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi yang dialami banyak orang di dunia.

Karenanya penting bagi kita untuk tetap menghindari penyakit jantung dengan menjaga pola makan yang sehat dan mengetahui tanda-tanda untuk menghindarinya.

Namun, tahukah anda jika penyakit jantung bisa diketahui sejak dini dengan mengenali tanda-tanda yang mudah kita pelajari.

Dengan kata lain gejala penyakit jantung bisa diketahui lebih awal.

5. Asma

Asma merupakan penyakit kronis saluran udara di dalam tubuh yang dapat terjadi pada waktu tertentu di dalam hidup kita.

Penyakit ini disebabkan karena faktor genetik dan lingkungan.

Gejala asma cukup umum, seperti batuk, sesak napas, dan sesak dada.

6. Epilepsi

Apa yang terbayang ketika mendengar penyakit epilepsi atau istilah awamnya ayan?

Baca: Ngopi Asyik di Tengah Keramaian Legian, Nikmati Berbagai Varian dari Kopi Irlandia hingga Vietnam

Baca: Sebut Kondisi Lilipaly Bagus, Eko Purdjianto Berharap BU Bisa Full Team Hadapi PSIS Semarang

Sebagian besar akan menjawab tubuh kejang tersentak-sentak dan keluar air liur.

Padahal, tidak semua epilepsi bermanifestasi dalam bentuk kejang. 

Manifestasi epilepsi ternyata ada yang berbentuk ekspresi bengong, bibir bergerak-gerak tanpa disadari, serta kesulitan bicara sesaat.

Bahkan, emosi tinggi pada wanita haid bisa jadi gejala epilepsi catamenial.

Lyna Soertidewi dari Departemen Ilmu Penyakit Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia seperti dikutip dari Kompas.com menjelaskan, epilepsi adalah gangguan pada kelistrikan otak yang menyebabkan bangkitan atau kejang lebih dari satu kali dalam enam bulan.

Kelistrikan pada otak dan sistem saraf makhluk hidup, termasuk manusia, berperan dalam mengantarkan pesan atau perintah bagi tubuh.

Saat neurotransmiter (saraf pengantar) terganggu, aliran listrik menjadi berloncatan.

Respons tubuh adalah kejang-kejang. Gangguan ini bisa mengenai siapa saja dan kapan saja.

Tidak hanya bawaan lahir, epilepsi juga bisa terjadi akibat benturan, stroke, dan infeksi pada otak.

7. Stroke

Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang menjadi momok masyarakat Indonesia.

Tribun Jateng mengutip artikel dari Hello Sehat, penyakit stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau sama sekali berkurang.

Baca: TRIBUN WIKI - Tak Hanya Lokal, PKB 2019 Juga Diisi 12 Penampilan Luar Negeri, dari Jepang hingga AS

Baca: Pakai Kostum dari Bahan Daur Ulang, Kids Fashion Show Competition Ajak Anak Peduli Lingkungan

Kondisi seperti ini kemudian menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi.

Salah satu faktor penyebab penyakit stroke yang paling banyak terjadi di masyarakat adalah gaya hidup tak sehat.

Seperti obesitas, tidak aktif bergerak, dan mengonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat.

Maka dari itu kamu harus menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan-makanan yang bisa mencegah penyakit stroke.

8. Skizofrenia

Skizofrenia dapat dikategorikan sebagai gangguan jiwa berat.

Hal tersebut disampaikan psikiatri RSUD Dr Soetomo, dr Utari Diah Kusumawardhani SpKJ seperti dikutip dari Tribun Jatim.

Mengapa? Karena, tutur Utari Diah Kusumawardhani, Skizofrenia memiliki gejala utama berupa ketidakmampuan menilai realita atau psikotik.

"Pengidap Skizofrenia sudah tidak realistis proses berpikirnya," ungkapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Penderita Skizofrenia tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.

"Misalnya tidak lagi bisa bekerja, sekolah, dan menjalankan aktivitas lainnya," ungkap Utari Diah Kusumawardhani.

"Jadi ada kemunduran dalam semua segi kehidupan," lanjutnya.

Gejala-gejala Skizofrenia antara lain mendengarkan, melihat, bahkan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

9. Systematic Lupus Erythematosus

Lupus (systemic lupus erythematosus) adalah penyakit autoimun kronis yakni kelainan pada sistem imun tubuh.

Lupus menjadikan sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sistem dan organ tubuh sendiri.

Sumartini dari Yayasan Syamsi Dhuha seperti dilansir dari Kompas mengungkapkan bahwa penyakit ini bisa tercetus gara-gara sinar ultraviolet, obat tertentu, atau kondisi stres.

Rokok juga bisa menjadi pencetus lupus, baik aktif maupun pasif.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved