25 Hektare Lahan Pertanian Jadi Perumahan Tiap Tahun, Lahan Produktif Denpasar Sisa 2.170 Ha

Diperkirakan, 20 hingga 25 hektare (ha) lahan pertanian hilang beralih fungsi menjadi perumahan

25 Hektare Lahan Pertanian Jadi Perumahan Tiap Tahun, Lahan Produktif Denpasar Sisa 2.170 Ha
Tribun Bali/I Putu Supartika
Persawahan di areal Kesiman Kertalangu. 25 Hektare Lahan Pertanian Jadi Perumahan Tiap Tahun, Lahan Produktif Denpasar Sisa 2.170 Ha 

25 Hektare Lahan Pertanian Jadi Perumahan Tiap Tahun, Lahan Produktif Denpasar Sisa 2.170 Ha

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lahan pertanian produktif di Kota Denpasar terus menyusut.

Diperkirakan, setiap tahun 20 hingga 25 hektare (ha) lahan pertanian hilang beralih fungsi menjadi perumahan.

Hingga saat ini, data dari Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat lahan produktif praktis hanya menyisakan sekitar 2.170 ha.

Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat, penyusutan lahan produktif terus mengalami penyusutan sejak tahun 2015 yang semula masih menyisakan 2.509 ha.

Namun pada tahun 2018, lahan yang semula tersisa 2.409 pada tahun 2019 menyusut drastis hingga tersisa 2.170 ha saja.

Bahkan, dari catatan Kementerian Badan Pertanahan Nasional mencatat lahan pertanian di Denpasar tersisa 2.090 ha.

Tercatat ada sebanyak 42 subak (sawah) di Denpasar yang masih aktif berproduksi hingga sekarang.

Penyusutan subak paling masif terjadi di Denpasar Selatan.

Dari 10 subak yang ada, semula pada tahun 2015 840 ha, kini tersisa 631 ha.

Baca: Lady Bikers Bayar Cash Saat Launching, Astra Motor Bali Luncurkan Honda CB650R Neo Sport Cafe

Baca: Gudang Sabut Kelapa Ketut Yudiana di Jembrana Ludes Dilalap Si Jago Merah

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved