Promosi Pariwisata Lewat Festival Tidak Efektif? Ketua Panitia Nusa Penida Festival Angkat Bicara

Menurut Ketua Panitia Nusa Penida Festival event seperti festival justru sangat efektif sebagai promosi pariwisata

Promosi Pariwisata Lewat Festival Tidak Efektif? Ketua Panitia Nusa Penida Festival Angkat Bicara
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Penampilan tari baris jangkang massal saat pelaksanaan Nusa Penida Festival di Pantai Tulang Nyuh, Desa Ped, Nusa Penida tahun 2017 silam. Promosi Pariwisata Lewat Festival Tidak Efektif? Ketua Panitia Nusa Penida Festival Angkat Bicara 

Terlebih setiap festival, selalu diberikan ruang bagi pementasan budaya.

Bahkan tarian khas Klungkung dipentaskan secara massal.

"Misal saat pagelaran tari baris jangkang massal, itu masyarakat sangat antusias. Dari anak SD hingga orang tua sangat antusias latihan. Ini kan dampaknya positif. Hasilnya sekarang, tarian baris jangkang semakin dikenal khalayak luas kan?" ungkapnya.

Selain itu, menurutnya anggaran festival pun tidak penuh diambil dari APBD.

Namun juga banyak disokong oleh sponsor.

Baca: Anggota Dewan Terima Enam Kali Uang Representasi, Setwan Tabanan Siapkan Anggaran Jasa Pengabdian

Baca: 25 Hektare Lahan Pertanian Jadi Perumahan Tiap Tahun, Lahan Produktif Denpasar Sisa 2.170 Ha

Seperti yang diketahui, empat festival di Klungkung dianggarkan hingga sekitar Rp 5 miliar selama setahun.

"Kalau dikatakan pemborosan, sepertinya kurang tepat juga. Kami juga himpun anggaran dari sponsor," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru saat rapat kerja dengan eksekutif beberapa waktu lalu menyoroti helatan beberapa festival di Klungkung.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, festival tidak efektif dan anggarannya bisa dialokasikan ke kegiatan yang masuk skala prioritas.

"Festival ini, saya kira anggarannya bisa dibawa ke skala prioritas. Karena sekarang IT sudah canggih,” ujar Wayan Baru.

Menurutnya, kritikan terkait festival ini merupakan aspirasi dari masyarakat yang harus disampaikannya.

Masalah pembenahan infrastuktur menurutnya jauh lebih penting daripada festival.

"Kalau punya anggaran lebih, tidak apa-apa sering festival. Masalahnya kan anggaran terbatas,” tegas Baru. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved