Berita Banyuwangi

Regenerasi Petani, 653 Anak Muda Ikuti Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi

Ajang Banyuwangi Agribusiness Startup Competition yang rutin digelar tiap tahun sejak 2017 kembali mendapat antusiasme tinggi dari kaum muda

Regenerasi Petani, 653 Anak Muda Ikuti Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Bupati Anas saat menghadiri Agribusiness Startup Competition tahun 2018 lalu. Regenerasi Petani, 653 Anak Muda Ikuti Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi 

Regenerasi Petani, 653 Anak Muda Ikuti Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Ajang Banyuwangi Agribusiness Startup Competition yang rutin digelar tiap tahun sejak 2017 kembali mendapat antusiasme tinggi dari kaum muda.

Sebanyak 653 anak muda mendaftar secara online untuk mengikuti kompetisi perencanaan dan bisnis rintisan pertanian itu pada tahun 2019, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 400 orang.

”Jumlah peserta meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, anak muda belum kehilangan minat pada dunia pertanian. Seperti yang sering saya sampaikan, masa depan bukan hanya milik ASN, bankir, atau YouTuber, tapi juga anak muda yang berani masuk ke bisnis pertanian yang sering dipandang sebelah mata,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Anas mengatakan, Agribusiness Startup Competition adalah ikhtiar menarik minat generasi milenial agar terjun ke bisnis pertanian sekaligus untuk meregenerasi pelaku usaha pertanian.

”Regenerasi ini penting karena 61 persen petani di Indonesia berusia 45 tahun ke atas,” ujarnya.

Kompetisi tersebut juga untuk menarik minat anak-anak muda dengan kualifikasi pendidikan yang cukup memadai untuk mengakselerasi dunia pertanian.

Baca: Sidang Tipiring Digelar di Pasar Badung untuk Memberi Efek Jera pada Pelanggar

Baca: Jangan Teruskan 3 Kebiasaan Bodoh Ini, Bikin Boros Uang Hingga Susah Kaya

”Data menunjukkan, 72% petani berpendidikan SD. Dari ajang ini semoga lahir petani-petani muda visioner dan melek teknologi, baik untuk peningkatan produktivitas, pengolahan pascapanen, maupun pemasaran pertanian,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Arief Setiawan menambahkan, Agribusiness Startup Competition terdiri atas dua kategori, yaitu business plan (perencanaan bisnis) dan bisnis rintisan yang sudah berjalan.

Total ada 653 anak muda yang mengikuti ajang tersebut.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved