Tradisi Maling-malingan Sebagai Efek Jera, Serangkaian Usaba Sambah Desa Tenganan Pegringsingan

Krama Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis mengelar tradisi maling-malingan rangkaian usaba sambah

Tradisi Maling-malingan Sebagai Efek Jera, Serangkaian Usaba Sambah Desa Tenganan Pegringsingan
Tribun Bali/Saiful Rohim
Krama Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, menggelar tradisi maling-malingan, Senin (17/6/2019). Truna yang berperan sebagai pencuri diarak keliling Desa Tenganan Pegringsingan. Tradisi Maling-malingan Sebagai Efek Jera, Serangkaian Usaba Sambah Desa Tenganan Pegringsingan 

Tradisi Maling-malingan Sebagai Efek Jera, Serangkaian Usaba Sambah Desa Tenganan Pegringsingan

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Krama Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Kecamatan Manggis mengelar tradisi maling-malingan, Senin (17/6/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kebiasaan ini adalah rangkaian usaba sambah yang digelar setiap tahun sekali.

Rangkaian tradisi maling-malingan dimulai dari memotong babi untuk dihaturkan saat upacara.

Tulang rusuk daging babi, serta berapa jenis makanan digantung sekitar areal Bale Agung seerta Petemu Kelod Desa Adat Tenganan Pegeringsingan.

Empat krama Tenganan Pegringsingan yang berperan sebagai maling siap mencuri daging dan makanan yang digantung.

Mereka harus mengenakan pakaian khas Tenganan Pegringsingan.

Dua orang krama mencuri di Bale Agung dan Petemu Klod.

Krama yang berperan mencuri dikejar warga lantaran perbuatannya.

Baca: PPDB SD di Denpasar Utamakan KK Denpasar dan Sekolah Terdekat dari Rumah

Baca: Beredar Kabar Pengambilan Token Sebagai Proses Pendaftaran, Kadisdikpora Tegaskan Itu Tidak Benar

Ketika maling (pencuri) ditangkap, krama desa memberikan sanksi ke 4 orang krama.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved