Liputan Khusus

Ungkap Masa Mendekam di Lapas Kerobokan, Jack Sebut Blok Ini Paling Rawan Pertikaian

Jack, mantan narapidana di Lapas Lerobokan tahun 2014 sampai 2018, menjelaskan bahwa pada masa-masa ia mendekam di sana sudah jarang terjadi kerusuhan

Ungkap Masa Mendekam di Lapas Kerobokan, Jack Sebut Blok Ini Paling Rawan Pertikaian
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Jack, mantan narapidana di Lapas Lerobokan tahun 2014 sampai 2018, menjelaskan bahwa pada masa-masa ia mendekam di sana sudah jarang terjadi kerusuhan.  

Jack menekankan bahwa situasi di Lapas Kerobokan bergantung kondisi di masing-masing blok.

"Saya luruskan sedikit ya, kalau soal ada yang berantem-berantem itu tergantung bloknya. Kalau blok narkoba, orang-orangnya lebih agresif. Kalau saya di Blok E, tempatnya kriminal selain narkoba. Jadi di blok saya keributannya kurang," kata Jack, yang juga menjadi salah-satu narasumber dalam acara diskusi `Suka Duka di Tana Bali` dengan topik Penjara Tak Bikin Jera yang digelar di Taman Baca Kesiman, Denpasar, awal Juni ini.

Jikapun terjadi keributan-keributan kecil di bloknya, Jack mengaku lebih baik menyingkir dan mencari tempat aman ketimbang ikut membuat keributan.

Namun demikian, yang masih ada pada masa ia mendekam di Lapas Kerobokan adalah penyiksaan terhadap napi baru dengan kasus pelecehan seksual atau pemerkosaan.

Apalagi jika napi kasus perkosaan yang baru masuk itu belum mendapat perlakuan apapun dari tahanan polisi.

"Jadi, kalau masuk ke blok kami, kami tanya dulu sudah disiksa atau belum, kalau sudah ya kami tidak siksa lagi. Kami ajak gabung dan ayomi. Tapi kalau belum, dipukul. Trus kalau kasus pelecehan seksual disuruh pake balsem," ungkap pria yang tinggal di Jimbaran itu.

Sistem pemilihan ketua di bloknya, kata Jack, berdasarkan musyawarah mufakat antaranggota blok.

Di Blok E, Jack dan teman-temannya memang memilih orang yang sabar dan pintar mengayomi sebagai ketua.

Lain halnya dengan blok narkoba, siapa yang kuat dan berani, biasanya dialah yang dipilih jadi ketua blok.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved