Adegan Seks Pasutri Ditonton Anak-anak Viral, Tarif Rp 5 Ribu dan Boleh Direkam

Adegan Seks Pasutri Ditonton Anak-anak Viral, Tarif Rp 5 Ribu dan Boleh Direkam

Adegan Seks Pasutri Ditonton Anak-anak Viral, Tarif Rp 5 Ribu dan Boleh Direkam
NET
Adegan Seks Pasutri Ditonton Anak-anak Viral, Tarif Rp 5 Ribu dan Boleh Direkam 

TRIBUN-BALI.COM, TASIKMALAYA - Entah apa yang ada di dalam benak pasangan suami istri (pasutri) ini, diduga mereka sengaja mempertontonkan hubungan seksnya dihadapan anak-anak di dalam kamar rumahnya.

Kontan saja para orangtua di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, geger akibat perbuatan pasutri tersebut.

Tak hanya itu, seperti yang dikutip Surya.co.id dari artikel di Kompas.com (Group Tribun Bali) dengan judul "Heboh, Suami Istri Suguhkan Hubungan Seks "Live" Bertarif Rp 5.000 untuk Anak-anak" pasutri tersebut juga memungut bayaran kepada anak-anak yang usianya dibatasi maksimal 12 tahun sebesar Rp 5.000 per orang untuk bisa menonton hubungan mereka secara langsung.

Baca: Nasib PNS Pemprov Bali yang Selingkuh di Hotel, Diusir Koster, Belum Tentu Diterima Mahayastra

Parahnya, para penonton anak-anak ini diperbolehkan merekam hubungan seks pasutri tersebut.

Sementara, berdasarkan artikel di TribunJabar.id (Group Tribun Bali) yang berjudul "Selain Pakai Duit, Bocah yang Nonton Adegang Ranjang Pasutri Bisa Bayar Pakai Rokok dan Mie Instant" Ironisnya kejadian itu berlangsung beberapa kali di bulan Ramadan.

Kelakuan tak pantas keduanya diketahui setelah seorang anak menceritakan kejadian itu kepada seorang guru ngaji di kampung itu.

Baca: Pamitan pada Istri Pulang Tinggal Nama, Pria ini Tewas Penuh Tanda Tanya, Dipulangkan dari Bali

Untuk bisa menyaksikan secara langsung adegan dewasa itu, anak-anak yang rata-rata masih berusia dikisaran 12 tahun dikabarkan dikenai tarif yang beragam.

"Saat ini anak-anak belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Tapi menurut pengakuan seorang anak katanya ada bayar pakai uang dikisaran Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, pakai rokok, atau mie instan," tutur  Ketua Komisi Perempuan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (18/6/2019).

Ato menambahkan, suami istri tersebut dengan sengaja mengumpulkan anak-anak di bawah umur yang berkeinginan menonton.

Baca: Oknum Pemilik Yayasan Panti Asuhan di Buleleng Rudapaksa 9 Anak Asuhnya, Hamil Diimingi Bibit Babi

"Laporan ini berawal dari para orang tua yang resah dengan kelakuan suami istri tersebut. Awalnya hanya informasi mulut ke mulut, sampai akhirnya pengakuan dari anak-anak yang pernah menonton dan membenarkan kejadian tersebut," ungkap Ato.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved