Berita Banyuwangi

Momen Lebaran Ibu-ibu PKK Banyuwangi Ajak Lupakan Perbedaan Politik Saat Pilpres

Ajakan Dani Azwar Anas mendapat respon positif dari ratusan perempuan yang hadir. Mereka pun dengan kompak menjawab dengan semangat, "Bisa"

Momen Lebaran Ibu-ibu PKK Banyuwangi Ajak Lupakan Perbedaan Politik Saat Pilpres
istimewa
Momen halal bi halal Idul Fitri dimanfaatkan Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, untuk mengajak seluruh elemen perempuan kembali merajut persatuan. 

"PKK tidak mungkin bisa jalan sendiri, untuk itu perlu dibantu semua komponen wanita. Mulai dari program menekan kematian balita hingga memantau perkembangan dan pendidikan anak. Mohon bantuanya untuk mengentaskan masalah keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendukung apa yang disampaikan Dani Azwar Anas.

Bahwa momen halal bi halal adalah saat yang tepat untuk kembali merajut segala perbedaan. Karena, halal bihalal yang awalnya digelar tahun 1948 oleh Presiden Soekarno dimaksudkan untuk mencari solusi terbaik bagi bangsa.

“Di pertengahan Ramadan 1948, Bung Karno meminta saran KH Wahab Chasbullah untuk mengatasi kebuntuan situasi politik Indonesia saat itu. Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan silaturahim,” jelas Anas.

Dari saran Kiai Wahab itulah, lanjut Anas, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara menghadiri silaturrahmi yang diberi judul 'Halal bihalal'.

“Moment seperti ini, pas untuk mengumpulkan para kaum ibu dari berbagai organisasi keagamaan untuk saling bersilahruhami dan berhalal bihalal,” kata Bupati Anas.

Anas juga meminta para perempuan untuk terus bersinergi dengan pemkab untuk membangun Banyuwangi menjadi lebih baik.

Salah satunya, berinventasi terhadap dunia pendidikan dengan memantau perkembangan anak-anak kita.

“Saya titip kepada ibu-ibu untuk menjaga anak-anak generasi kita. Mari kita investasi ke anak-anak, yang ke kesekolah kembali ke sekolah, yang ke pesantren kembali ke pesantren. Jangan sampai ada anak putus sekolah. Laporkan kami kalau ada yang terkendala pendidikan. Dan yang paling penting, jaga akhlak dan pendidikan mereka,” pungkas Anas.(*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved